Resolusi Juara 2012: “Rajutan Cinta” Buatan Mama

Ada anggapan bahwa merajut itu identik dengan orang-orang tua. Tapi sekarang banyak sekali anak muda dari anak-anak sampai wanita dewasa yang pintar merajut. Saya sendiri? Jujur, saya tidak bisa merajut. Jadi dalam kamus saya, merajut tetap identik dengan orang tua. Karena pada kenyataannya anak muda seperti saya masih kalah terampil dengan buah tangan mama saya sendiri.

Sebelum saya menjabarkan lebih dalam mengenai resolusi saya di tahun 2012 ini (yang hubungannya dengan rajut merajut), saya ingin sedikit bercerita mengenai asal-usul keterampilan merajut yang mama miliki.

Dari mana Mama Belajar Merajut? Ini yang selalu menjadi pertanyaan saya ketika mendapati mama di umurnya yang hampir 60 Tahun ini sangat terampil merajut. Padahal selama 32 tahun dalam hidupnya, ia menjadi wanita karir yang bekerja setiap hari di belakang meja, menjalankan aktivitasnya sesuai jam kantor, dan hanya mempunyai waktu di malam hari dan weekend bagi anak-anaknya. Lalu, sejak kapan mama bisa merajut? Saya keheranan sendiri. Karena sejak kecil saya tidak pernah melihat mama merajut.

Ditengah kekaguman saya, mama pernah bercerita. Ketika mama masih duduk di Bangku SMP, ibunya atau saya menyebutnya Mak gaek (dalam bahasa Padang; berarti Nenek), selalu menyodorkan sejumlah benang dan hakpen (jarum rajut) setiap mama pulang dari sekolah. Tanpa bisa menolak, mama langsung diperintahkan untuk merajut. Berbeda dengan kakak perempuan mama yang setiap pulang sekolah malah disodorkan peralatan dapur.

Tapi akhirnya saya paham, Ooo begitu rupanya mama memiliki keahlian merajut, tapi tidak untuk keahlian memasak. Makna yang saya dapat, bahwa nenek saya sejak dini telah membekali anak-anaknya dengan kemampuan yang berbeda.

Kemudian, saya juga berpikir. Kok terlambat sih mama menyadari kalau ia masih memiliki kemampuan untuk merajut? Hebatnya, 32 tahun bekerja sebagai wanita kantoran tidak membuat kemampuan mama  hilang begitu saja. Baru pada tahun 2010 lalu, mama mulai berkreasi kembali dengan jari-jarinya. Memang, tidak ada kata terlambat yaa untuk memulai ini semua. Pernah saya mencoba untuk belajar, tapi saya menyerah. Tangan ini tak seterampil mama.

Jadi apa yang bisa saya lakukan untuk mama? Saya ingin sekali memasarkan hasil-hasil rajutan mama ini melalui internet. Memang, bisnis atau menjual suatu produk melalui internet memang bukan jadi sesuatu yang Wah! atau sesuatu yang baru. Tapi sepertinya, dengan cara ini, saya bisa mengerahkan sepenuhnya tenaga saya untuk bisa mewujudkan hobi mama ini menjadi bisnis.

Dari segi jumlah produksi, memang tidak banyak rajutan tangan karya tangan mama yang dihasilkan. Dalam satu minggu, mama hanya bisa menyelesaikan satu atau paling banyak dua rajutan berbentuk cardigan atau baju jenis lainnya, tergantung tingkat kesulitan dan ukurannya. Dua pun bisa dihasilkan jika full-time dalam seminggu aktivitas mama hanya merajut (Beristirahat hanya ketika waktunya makan, shalat, dan tidur). Maka sejak tahun 2010 lalu, saya belum memberanikan diri untuk langsung memasarkan hasil-hasil rajutan mama melalui internet.

Maka resolusi tahun 2012 ini adalah saya ingin membangun dan mengelola sebuah website “Sentra Rajutan Tangan”, Yap, khusus hanya rajutan buatan tangan atau handmade.

Tujuannya adalah untuk bisa mewadahi para ibu atau anak-anak muda yang punya hobi merajut dan ingin menjual hasilnya, tapi tidak mampu memproduksi produknya secara massal. Jadi, siapapun dan dimanapun yang ingin menjual hasil rajutannya dalam jumlah yang kecil (bahkan satuan) bisa menitipkan barangnya untuk bisa dijual di website tersebut.

Mama memang menjadi inspirasi untuk resolusi ini. Proses yang manual dan waktu pengerjaannya yang begitu lama memang menjadikan produk ini begitu istimewa. Terutama dari kerapihan, eksklusifitas, dan keistimewaan bahwa produk tersebut ternyata tidak dapat dihasilkan oleh sembarang orang.

Karena memang tidak mungkin mama bisa menyelesaikan sejumlah pesanan dalam waktu yang bersamaan jika hanya merajut sendirian. Selama ini, saya hanya bisa menunggu selesainya helai demi helai rajutan buatan mama, mulai dari taplak meja, baju, cardigan, syal, rompi, dan masih banyak lagi. Ketika sudah banyak, baru mama menyerahkan semua hasil rajutannya kepada saya, untuk bisa dijual.

Ketika itu, cara terbaik untuk memulai adalah menawarkannya kepada teman-teman dan keluarga. Alhasil, sejumlah baju rajutan tangan mama laku di kalangan keluarga dan teman-teman. Hal tersebut menambah semangat mama untuk merajut dan terus merajut. Bukan karena UANG yang didapat, tapi KEPUASAN HATI ketika rajutan buah tangan mama ini bisa disukai banyak orang. Saya ingin banyak perempuan di Indonesia yang hobi merajut juga punya perasaan yang sama. Kepuasan hati ketika ada orang yang mau mengenakan buah tangan mereka.

Bagaimana cara mencapainya?

Memang saya belum memiliki banyak pengalaman bagaimana memasarkan produk yang baik secara online. Sebelumnya saya sudah membuat sebuah blog khusus untuk menjual hasil rajutan mama. Namun hanya sekedar membuat blog, saya tidak berhasil mengelolanya. Itu dikarenakan terbatasnya stok yang ada, sehingga calon pembeli harus memesan terlebih dahulu dan menunggu berminggu-minggu. Ini akan mengecewakan calon pembeli. Jadi, untuk website “Sentra Rajutan Tangan” ini, lagi-lagi yang saya inginkan bukan hanya sekedar memasarkan produk yang mama buat melalui internet. Tapi bisa menghimpun lebih banyak produk para penghobi rajutan seperti mama saya.

Saya yakin, dengan membangun dan mengelola website dengan baik, resolusi saya bisa terwujud. Ternyata caranya, bisa juga dilakukan bersama telkomspeddy. Saya pun baru tahu, kalau telkomspeddy punya produk IDWebstar. Saya bisa dengan mudah mempunyai professional website dengan membeli produk Telkom ini. Harganya pun sangat reasonable. Jadi saya bisa memulainya dengan menggunakan produk ini.

Lalu apa lagi? Masih banyak yang harus saya persiapkan untuk mewujudkan resolusi ini. Selain menyiapkan domain dan hosting untuk website tersebut, saya masih harus mengumpulkan produk buatan mama. Sampai saat ini, kurang lebih ada 30 produk yang mama buat yang telah terjual. Pembeli pertama adalah teman dekat saya sendiri, lalu keluarga, dan beberapa kenalan lainnya. Saat ini, mama sedang menyelesaikan sebuah taplak meja rajutan yang cukup besar. Ketika mendengar rencana saya ini, mama begitu semangat untuk menambah produk buah tangannya untuk bisa dijual melalui internet.

Mama selalu berpesan kepada saya, kalau saya cinta pada suatu pekerjaan, maka pekerjaan itu akan ringan dan menyenangkan. Begitu pula dengan mama yang saat ini mengisi hari tuanya dengan merajut. Walaupun terkadang mama mengeluh sakit di jarinya, tapi ia tak pernah berhenti dan terus merajut dengan sepenuh hati. Dengan mencintai hobinya tersebut, semua yang sedang dikerjakan memang menjadi ringan dan menyenangkan baginya. I Love My Mom. **

Categories: Resolusi Juara 2012 | Tags: , | 14 Komentar

Behind The Scene: Juara Kompetisi Adukreasi Wartawan & Penulis Muda Kementerian Pertanian 2011

Berawal dari obrolan ngalor-ngidul sampe tengah malem (sambil lembur ngantor) pada bulan Oktober 2011, saya, Mas Purnomo Sidik, dan Hera Khaerani berencana untuk mengikuti sebuah lomba peliputan video yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertanian. Lombanya sendiri bertajuk, “Lomba Adukreasi Wartawan dan Penulis Muda Pertanian”. Tapi sebelum eksekusi, kami terlebih dahulu sudah membayang-bayangkan seandainya kami menjadi juara.

“Juara bertahan, selalu menang,” tegas mas Sidik dengan yakinnya.

Mas Sidik yang tahun lalu menjadi juara II pada kompetisi serupa sangat optimis bisa menjadi juara I untuk kompetisi video kali ini. Namun, saya sendiri ngga mau kalah dengan menunjukkan keyakinan saya untuk bisa menyingkirkan yang mas Sidik bilang juara bertahan. Saya sendiri sejak tahun 2010 lalu telah mengetahui adanya kompetisi ini. Hanya saja karena yang kuat hanya niat, tanpa eksekusi akhirnya saya ngga jadi ikut kompetisi tersebut. Tapi, tahun 2011 ini saya harus ikut serta.

“Baik lah, sampai ketemu nanti di Jakarta,” kata saya kepada mas Sidik sambil bersalaman menandakan ‘deal’. Kami yang duduknya bersebelahan di kantor, kemudian melanjutkan tugas lembur kami sambil memikirkan konsep video liputan yang akan masing-masing kami buat. Mas Sidik kali ini tidak akan sendiri. Ia menarik salah seorang teman kantor kami juga untuk bergabung, Hera Khaerani.

Dan, tema pertanian apa yang mereka angkat? adalah mengenai diversifikasi pangan. Betapa masyarakat Indonesia sudah sangat bergantung hidup dengan memakan nasi. Padahal sumber energi/karbohidrat sebenarnya tidak hanya ada pada nasi. Mas Sidik dan Hera berhasil mengangkat salah satu panganan yang bisa saja mengganti nasi, yaitu ubi. Mas Sidik sendiri akan mengambil tema besar mengenai Ubi Cilembu yang lokasi liputannya dia ambil di daerah Tanjungsari s/d Sumedang, Jawa Barat.

Potensi Pertanian di Pulau Belitung

Lalu bagaimana dengan saya? Saya sendiri pada awalnya tidak terbayang tema apa yang ingin saya angkat dalam peliputan video. Satu-satunya yang ada di pikiran saya adalah mengenai potensi pertanian di Pulau Belitung. Mengapa harus jauh sampai ke Belitung? Karena saya sudah sangat mengenal pulau ini. Sambil menyelam minum air, peribahasa yang bisa menggambarkannya. Sambil saya mengunjungi orang tua saya yang tinggal disana, tidak ada salahnya saya juga mencoba peruntungan melalui kompetisi ini dengan mengangkat potensi di tanah kelahiran ayah saya tersebut.

Selain orang-tua, siapa saja yang ingin saya temui di pulau ini? Terutama untuk keperluan peliputan video. Tentu saja para petani yang tinggal di Kecamatan Membalong, Belitung. Di kecamatan ini, ada desa transmigrasi yang telah dibangun sejak 25 tahun yang lalu. Tepatnya tahun 1985. Ratusan warga di desa ini adalah warga transmigrasi dari pulau Jawa yang terbiasa memiliki mata pencaharian utama, sebagai petani.

Selain petani, saya juga ingin sekali menemui pak Bupati. Pak Darmansyah Husein, atau saya biasa memanggilnya Om Darman. Walaupun saya pernah mengenalnya, tetapi bukan berarti saya akan mudah menemuinya. Masih harus menembus berbagai ajudan untuk bisa bertemu santai dengan beliau. Namun kekecewaan saya dapatkan ketika tahu, beliau akan pergi ke Pulau Bali, tepat di hari saya akan datang. Berarti harapan setelahnya untuk bisa saya temui, mungkin Kepala Dinas Pertanian Setempat.

Berbagai rencana pun telah saya siapkan. Beberapa kali saat di kantor mas Sidik seringkali bertanya, “bagaimana progress-nya?”, saya jawab “Kamis depan jadi donk ke Belitung,” sambil senyum tipis dan mengangkat alis tanda bersaing. Setelah itu, kami pun biasanya kembali fokus bekerja.

Akhirnya, setelah mendapatkan izin selama 2 hari dari kantor, tepat pada tanggal 20 Oktober 2011 saya berangkat ke Pulau Belitung. Menggunakan penerbangan pertama (first flight) pukul 06.20 WIB. Dari dalam pesawat, saya sudah mulai mengambil gambar. Mengambil gambar pulau Belitung dari atas langit. Saya sampai di Bandara Hanandjouddin, Belitung pukul 07.30 WIB.

Sudah tidak terhitung lagi berapa kali saya menginjakkan kaki di pulau ini. Yang pasti, beruntung saya punya Ayah yang berasal dari pulau kecil nan indah ini. Sesampainya di bandara, sejenak saya melepas kangen sama mama. Sambil menunggu bagasi yang diambilkan oleh petugas porter bandara, saya berbicang-bincang dengan Mama. Kemudian mama bilang, “Kayaknya ada bupati deh di Ruang VIP. Banyak kendaraan dinas lalu-lalang,”

Aku langsung tersentak. Ada bupati di bandara. Aku langsung menyampaikannya ke Papa. Papa akan sangat mudah menembuh berbagai ajudan di bandara ini. Kemudian aku mengikuti papa sampai ke ruang VIP.

Benar saja, sampai di ruang VIP, saya ketemu Pak Bupati. Narasumber pertama yang paling ingin saya temui. Tanpa berpikir panjang, saya langsung memohon izin untuk melakukan wawancara. Pak Bupati mempersilakan. Dan saya kemudian mulai menyeting secara cepat tripod dan kamera dan langsung merekam.

Beberapa menit saya melakukan wawancara, sepertinya para ajudan sudah keringat dingin karena pesawat akan segera berangkat. Saya kemudian interupsi ajudan, dan saya pun akhirnya menghentikan pertanyaan. Namun, inti yang ingin saya tanyakan sudah terjawab semua. Akhirnya, pak bupati berangkat dengan pesawat yang sebelumnya saya tumpangi, kembali ke Jakarta, kemudian ke Bali untuk menghadiri pertemuan kepala daerah tingkat II dari seluruh Indonesia. Benar-benar kebetulan yang sangat menyenangkan.

Setelah selesai melakukan wawancara, dan senyum-senyum bangga sambil melihat pesawat yang pak bupati tumpangi, saya baru tersadar. Saat saya menemuinya tadi, saya dengan cueknya hanya mengenakan kaos oblong, sandal jepit, belum sisiran, dan belum mandi (karena first flight, dari Bandung sejak pukul 1 malam).

Bagaimana cerita selanjutnya? (to be continued)

Video Juara I dan II (Lihat disini)

Juara I : “HARAPAN SI MADU DARI CILEMBU”

Juara II : “”OPTIMISME BELITUNG MENUJU KAWASAN AGROPOLITAN”

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Reporter Humas Unpad Juara Kompetisi Kementerian Pertanian Kategori Liputan Video

[Unpad.ac.id, 8/12/2011] Reporter Unpad News & Information Center (UNIC) UPT Humas Unpad berhasil menorehkan prestasi di tingkat nasional dalam kompetisi “Adu Kreasi Wartawan & Penulis Muda Pertanian 2011” untuk kategori Liputan Video (umum). Mereka adalah Purnomo Sidik dan Hera Khaerani yang menyabet Juara I dengan liputan berjudul “Harapan Si Madu dari Cilembu”, dan Lydia Okva Anjelia yang menyabet Juara II dengan liputan berjudul “Optimisme Belitung Menuju Kawasan Agropolitan”.

Dalam kompetisi yang digelar oleh Kementerian Pertanian RI ini, mereka mendaftarkan hasil karyanya sesuai tema yang telah ditentukan, yaitu revitalisasi pertanian. Penghargaan bagi para pemenang kompetisi tersebut akan diserahkan di Studio TVRI Jakarta, Kamis (8/12) malam ini.
Sidik dan Lydia yang ditemui disela-sela kesibukannya di Ruang UNIC di Gedung 1 lantai 1 Unpad, Jln. Dipati Ukur No. 35 Bandung, Kamis (8/12) ini menjelaskan tentang karya mereka yang berhasil meraih prestasi tersebut. Menurut Sidik, videonya yang berdurasi sekira 20 menit tersebut menjelaskan tentang bagaimana nama Cilembu berhasil mengangkat kesejahteraan para petani dan penjual ubi baik di Cilembu maupun di luar Cilembu.
“Nama besar ‘Cilembu’ tersebut tidak hanya mengangkat kesejahteraan masyarakat Cilembu, tapi juga para petani dan penjual ubi Cilembu dimana-mana. Apalagi sekarang ubi Cilembu sudah terkenal dimana-mana, bahkan telah diekspor ke Jepang, Malaysia dan lain-lain,” jelasnya.
Untuk liputan itu, Sidik dan Hera menemui petani ubi Cilembu di daerah Tanjungsari, Sumedang. Mereka juga menemui penjual, pembeli bahkan peneliti ubi dari Fakultas Pertanian Unpad, Dr.Sc.agr.Agung Karuniawan, Ir., M.Sc.agr., untuk kepentingan produksi video tersebut. Proses produksi liputan berbentuk feature tersebut menghabiskan waktu 1 minggu lamanya.
Sementara itu, Lydia dalam liputannya yang berbentuk softnews dan berdurasi sekira 12 menit tersebut ingin mengangkat potensi pertanian dan perkebunan di daerah asalnya di Belitung. Untuk memperkaya hasil liputannya, ia juga menemui para petani, pemilik perkebunan, bahkan Bupati Belitung. Pada video tersebut, ia berusaha memaparkan potensi pertanian pangan dan perkebunan khususnya di Kecamatan Membalong Kabupaten Belitung.
“Di video ini saya ingin menggambarkan bahwa baik pemerintah maupun petani di sana optimis untuk meningkatkan produksi pertanian di Belitung, meskipun banyak orang menganggap wilayah itu kurang cocok untuk pertanian,” jelasnya.
Bagi Sidik, prestasi ini merupakan kali keduanya di ajang serupa. Pada tahun sebelumnya, ia juga pernah menjadi Juara II pada lomba yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertanian RI tersebut . Sementara bagi Lydia, prestasi ini merupakan kali pertamanya. Dengan keberhasilannya tersebut, baik Sidik, Hera, dan Lydia berharap hal tersebut semakin memotivasinya untuk lebih baik dalam berkarya. *
Laporan oleh: Marlia / eh*

Categories: Catatan Kuliah | Tags: | Tinggalkan komentar

Fenomena Supermoon?

Supermoon yang saya bidik pada pukul 02:31 WIB. Setelah nunggu awan tebal lewat... Akhirnyaaa... dapett jugaaa | Nikon D70s Lensa 70-300mm

Hari itu, Sabtu (20/3) tiba-tiba di twitter, facebook dan jejaring sosial lainnya, orang-orang banyak membicarakan tentang fenomena supermoon yang akan terjadi pada malam itu. Komentar-komentar lucu, kocak, serius, histeris, excited mengemuka menunggu fenomena yang terjadi hanya 18 tahun sekali. “Supermoon siapanya sailormoon ya?” canda seorang teman via Twitter.

Hal yang saya bayangkan ketika mendengar kata supermoon adalah bulan yang terlihat besar melalui pandangan kita. Walaupun belum saya liat secara langsung, tapi saya sudah bisa membayangkan besarnya bulan yang biasa saya lihat di film-film animasi Amerika misalnya.

Tentu rasa penasaran menghinggap saya. Indahnya kalau kita bisa melihat bulan tamak lebih besar dari pada yang biasanya. Tapi sayang, ternyata bulan yang saya lihat saat itu tidak sebesar yang saya bayangkan. Malah saya pernah melihat bulan yang lebih besar dari hari itu. Bulan yang saya lihat di sepanjang pantai pulau Belitung.

Apa itu Supermoon? Supermoon adalah istilah yang digunakan oleh para astrolog untuk menggambarkan keadaan bulan penuh ketika bulan berada dalam posisi terdekatnya dengan Bumi (apsis/perigee). Istilah ini tidak diterima secara luas, terutama di kalangan ilmuwan.

Secara spesifik, supermoon bisa merupakan bulan purnama atau bulan baru, yang jaraknya dengan bumi sekitar 10% atau kurang dari jarak lintasannya dengan bumi. Ketika fenomena ini terjadi, bulan nampak lebih besar dan lebih terang, meskipun perubahan jaraknya hanya beberapa kilometer.

Fenomena ini hanya terjadi 18 tahun sekali. Fenomena supermoon sebelumnya terjadi tahun 1955, 1974, 1992, 2005 dan terakhir pada 20 Maret 2011 lalu. (*)

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Penelusuran Pantai Selatan Jawa Barat

Laporan oleh: Lydia Okva Anjelia

[Unpad.ac.id, 17/02/2011] Indonesia memiliki potensi pariwisata yang kaya akan keindahan alamnya, baik itu laut, pergunungan, cagar alam, sampai dengan cagar budaya.  Provinsi Jawa Barat sendiri, ternyata memiliki potensi wisata yang tak kalah dengan daerah lainnya. Namun, apakah potensi wisata yang luar biasa indahnya tersebut telah tergarap secara optimal? Kami mencoba menemukan jawabannya dengan cara menelusuri potensi wisata pantai selatan Jawa Barat, Senin (14/02) lalu dimulai dari Pantai Pangandaran di kabupaten Ciamis, sampai ke Pantai Rancabuaya yang berada di poros tengah selatan kabupaten Garut.

Pemandangan pantai Pangandaran yang indah menjadi daya tarik wisatawan lokal dan mancanegara

Pemandangan pantai Pangandaran yang indah menjadi daya tarik wisatawan lokal dan mancanegara

Penelusuran dimulai dari Pantai Pangandaran, objek wisata yang telah menjadi primadona pariwisata Jabar ini terletak di Desa Pananjung, Kec. Pangandaran yang berjarak sekitar 92 km arah selatan kota Ciamis. Benar saja, pantai ini memiliki berbagai keistimewaan seperti dapat melihat terbit dan tenggelamnya matahari dari satu tempat  yang sama, pantai yang landai dengan air yang jernih dengan pasir yang putih dan memiliki berbagai fasilitas yang dapat digunakan para wisatawan.

Namun, ada pula yang cukup disayangkan terkait kondisi pantai, terutama banyaknya sampah yang menumpuk di sisi jalan. Rektor Unpad, Prof. Ganjar Kurnia, turut prihatin atas kondisi sampah yang dibiarkan berserakan di pinggir jalan. Seperti yang dilihatnya di pantai barat Pangandaran.

“Sangat disayangkan banyak sampah menumpuk di pinggir jalan. Tidak ada penanganan langsung yang dilakukan,” tuturnya.

Salah seorang pedagang, Deni (28), yang biasa mengitari pantai Pangandaran mengakui, tumpukan sampah di jalan adalah akibat fasilitas tempat sampai yang kurang memadai. Selain sampah yang dihasilkan para pengunjung, sampah terbesar juga dihasilkan para pedagang.

Read more »

Categories: Uncategorized | 3 Komentar

Akhirnya dikartunkan juga!

Finally, setelah menunggu selama 1 tahun dan 4 kali kirim email kebagian juga foto saya dikartunkan di portal Inilah.com. Thanks Mas Ajuz & Mas Qomar para kartunis handal! Sukses selalu :)

 

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Aku Gigi, Mulut Rumahku

Keceriaan anak-anak sekolah dasar, Kamis (15/07) pagi terlihat jelas di halaman Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Unpad. Dengan wajah gembira dan tawanya yang riang, anak-anak ini dengan mantap memegang sikat gigi di tangan kanannya dan satu gelas air di tangan kirinya. Mereka sedang menunggu giliran untuk menyikat gigi bersama yang dipandu oleh sejumlah kakak-kakak mahasiswa dari FKG Unpad.

“Pentingnya kesadaran masyarakat untuk menyikat gigi dengan benar harus dimulai sejak dini. Anak-anak merupakan generasi penerus, dimana mereka harus melakukan perubahan atas budaya menyikat gigi yang selama ini dirasa kurang benar,” kata Dekan FKG Unpad Prof. Dr. H. Eky Soeria Soemantri, Drg., Sp. Ort (K) saat membuka acara “Bulan Kesehatan Gigi Nasional” di Halaman parkir FKG Unpad, Jln. Sekeloa Selatan No.1 Bandung, Kamis (15/07).

Acara bulan kesehatan Gigi dan Mulut Nasional 2010 ini merupakan acara yang diselenggarakan oleh Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) dan Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia (AFDOKGI) bekerja sama dengan Unilever melalui brand Pepsodent. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan gigi, yang dilakukan selama bulan Juli di 13 fakultas kedokteran gigi di Indonesia.

Membudayakan sikat gigi secara teratur pagi dan malam terus disuarakan berbagai pihak. Tak heran banyak orang tua yang kemudian turut serta membiasakan anaknya untuk menyikat gigi dengan benar. Sebut saja, Mulyadi Muis dan istrinya, Dewi. Mereka bersama anaknya, Akmal sengaja datang pada acara Bulan Kesehatan Gigi Nasional. Kedua orang tua ini sangat antusias untuk memberikan pemahaman pada anak laki-lakinya ini untuk membudayakan sikat gigi secara benar, pagi dan malam hari.

“Agak sulit bagi kami para orang tua merubah kebiasaan lama. Ternyata menyikat gigi itu tidak sebatas gosok kanan-kiri, tapi diperlukan teknik lain seperti gerakan memutar, agar gigi menjadi bersih dan sehat, dan hal ini harus kami biasakan pada anak kami,” tutur Mul.

Akmal, Siswa Sekolah Dasar ini semula phobia untuk pergi ke Dokter Gigi. Kini dia tidak takut lagi untuk memeriksakan giginya ke Dokter.

Mul mengisahkan bahwa anak laki-lakinya memiliki phobia terhadap dokter gigi. Pernah suatu waktu ia takut untuk diajak ke dokter gigi “Namun, kali ini kami mencoba untuk membawanya ke suasana yang berbeda. Disini banyak juga anak kecil yang memeriksakan diri ke dokter gigi. Kami ingin memberi pengertian bahwa anak-anak lain pun tidak takut untuk pergi ke dokter gigi,” lengkap Mul.

Lain lagi dengan Yulinar, warga RT.03 Sekeloa ini datang untuk memeriksakan dirinya. “Saya gosok gigi kan tiap hari. Tapi kenapa ya plak-plak gak bersih-bersih,” tuturnya ketika ditanya petugas di area registrasi.

Direktur Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) FKG Unpad, drg. Grace V. Gumuruh membenarkan permasalahan kesehatan gigi yang paling sering dialami masyarakat Indonesia adalah karies dan karang gigi. Grace kemudian menyarankan masyarakat untuk rajin menggosok gigi.

“Menggosok gigi tidak perlu dilakukan tiga kali sehari dan tidak membutuhkan sikat atau pasta gigi khusus. Dua kali sehari saja sudah cukup, pagi dan malam asal teknik menggosoknya benar,” ujar Grace menjelaskan.

Karies dan karang gigi menurutnya disebabkan dari lifestyle saat ini. Dimana anak-anak rajin makan makanan ringan seperti snack yang akan membahayakan kesehatan gigi jika anak-anak tidak rajin menggosok gigi.

Grace juga mengatakan bahwa tidak menyikat gigi pada malam hari lebih membahayakan dari pada pagi hari. “Mengapa malam hari lebih berbahaya, karena air liur merupakan penetralisir makanan yang manis. Pada waktu tidur, cairan liur kita berkurang. Itulah yang menyebabkan sisa makanan akan membentuk plak,” lengkap drg, Grace yang juga menjelaskan bahwa plak ini hanya bisa dilakukan dengan tindakan mekanis, yaitu menyikat gigi.

Ketika ditanya mengenai banyaknya pasien terutama anak-anak yang segan berkunjung ke dokter gigi karena merasa takut, Grace mengatakan bahwa orang tua dan anaknya tidak perlu cemas karena di RSGM ada ruang khusus anak-anak. Suasana dibuat agar anak-anak tidak takut akan dokter gigi. Mereka diajak bermain, dan merasakan suasana bahwa ke dokter gigi itu tidak sakit. Berbeda dengan dokter gigi praktek yang membiarkan anak-anak sendirian dan cemas menunggu ketika akan diperiksa.

Categories: Uncategorized | 4 Komentar

Wonderfull Satnight at Unpad

Kota Bandung sore itu diguyur hujan lebat, namun tidak menyurutkan semangat penonton yang selepas magrib terus memadati areal Kampoeng Jazz di Lapangan Parkir Utara Kampus Unpad awal Mei lalu. Beruntung hujan yang sedari sore terus mengguyur kota kembang itu akhirnya berhenti. Kedatangan ribuan penonton tak lain untuk menyaksikan penampilan musisi-musisi Jazz favorite seperti Tompi, Tohpati, Gilang Ramadhan, Glenn Fredly, dan MYMP. Selain itu tampil juga musisi Jazz lokal lainnya seperti Gugun Blues Shelter, Ade-Mondo SORE, Disco Ethnic Percussion, Sekapur Sirih, G/E/T, Suddenly September, dan masih banyak lagi.

Tompi mengawali aksi panggungnya dengan membawakan hits berjudul “Lulu dan Siti” yang langsung membuat histeris para penonton

 

Di atas sebuah panggung megah dan sorotan lampu menawan, Tompi, penyanyi asal Lhokseumawe, Aceh mengawali aksi panggungnya dengan membawakan hits berjudul “Lulu dan Siti” yang langsung membuat histeris para penonton. Penonton dibuat larut dalam hentakan musik yang dibawakan penyanyi bernama lengkap Teuku Adi Fitrian tersebut. Selain itu, pria yang saat itu mengenakan polo shirt pink, blazer dan topi fedora khasnya, juga unjuk kemampuan dengan melakukan scat singing, menirukan suara alat musik disela-sela aksi panggungnya. Improvisasi yang disajikan Tompi itu terus membuat riuh penonton yang bersorak penuh kagum.

Read more »

Categories: Uncategorized | 2 Komentar

Mimpi Apa Ya, Semalam?

Mimpi bukan hal yang asing bagi kita. Terkadang, saking serunya bermimpi, kita terbangun dengan perasaan bingung. Perlu waktu beberapa menit untuk mengingat-ingat mimpi yang baru saja berlalu. Sesudah itu, kita kerap melupakannya begitu saja. Bukankah mimpi hanyalah bunga tidur?

Itu anggapan dulu. Kini, penelitian telah membuktikan bahwa mimpi dapat membantu kita mengurangi stres, menyembuhkan trauma, membuat tidur lebih nyenyak. Plus, membuat kita terbangun dengan lebih bahagia dan menjawab pertanyaan yang selama ini tak terjawab dan menjadi beban pikiran.

Tak cuma itu, menurut Dr. Andreas Prasadja, RPSGT, sleep technologist dari Sleep Disorder Clinic, RS Mitra Kemayoran, tidur juga bermanfaat untuk memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak.

Ilustrasi* Perasaan yang kita alami sebelum pergi tidur, tak jarang terbawa hingga ke alam mimpi. (Pantai Tanjung Pesona, Babel)

Mengapa mimpi bisa berkekuatan sehebat itu? Sigmund Freud, ahli psikoanalisis dari Austria, menyatakan bahwa mimpi merupakan pesan bawah sadar yang sesungguhnya berisi keinginan dan emosi terpendam kita. Hal yang sama dinyatakan oleh para ahli psikoterapi, di antaranya adalah Robert Hoss, pengarang buku Dream Language, dan Dra. Tieneke S., Ms., Ed., M.Fil., A. ANDR, mantan dosen di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia. Ingin memaksimalkan manfaat mimpi untuk kesehatan mental yang lebih baik? Simak tip-tip para pakar di bawah ini.

Read more »

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Keliling-keliling Yogyakarta

Kota Yogyakarta telah menjadi kota wisata yang banyak sekali dikunjungi para turis asing maupun dalam negeri. Saya sendiri baru mengunjungi kota ini sebanyak 4x. Pertama kalinya saat saya masih duduk di bangku SD (saat itu bersama keluarga mengunjungi beberapa tempat di Jawa Tengah seperti Semarang dan Yogyakarta), dan di tahun 2008 dan 2009 ini saya baru mengunjungi kota ini sebanyak 3x.

Flash_LydiaYogyakarta menurut saya adalah sebuah kota yang kental sekali suasana kedaerahannya. Dari penggunaan bahasa daerah yang terdengar di berbagai sudut kota. Sampai dengan  unsur-unsur lainnya yang masih memegang teguh kebudayaan daerahnya.

Di tahun 2008, setelah melalui kepenatan Ujian Akhir semester saya bersama teman-teman merencakan Trip Ke Kota Budaya ini dengan budget murah tapi tetap menyenangkan. Dengan perencanaan yang matang kami 11 mahasiswa yanng ‘butuh liburan’ akhirnya melakukan perjalanan wisata ini pada tanggal 7-10 Februari 2008.

 

Perjalanan dimulai dari Stasiun Kereta Api Kiara Condong Bandung. Kenapa Stasiun Kiara Condong? Karena kami menggunakan kereta api kelas ekonomi. Ya, hanya dengan Rp.24.000,- kami sudah bisa mengantongi sebuah tiket kereta api tujuan Yogyakarta.

Read more »

Categories: Uncategorized | 11 Komentar

Blog pada WordPress.com. Theme: Adventure Journal by Contexture International.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 242 pengikut lainnya.