h1

My First Online Experience

Juli 17, 2009

Banner_Hut_detikcom_180_125

cdn1.applatform.com

My First Online Experience :

KENAL INTERNET SEJAK KELAS 5 SD

…..

….Saat ini saya sedang mencoba mengembalikan memori saya ke tahun 1997 tepatnya 12 tahun yang lalu.

…..Saat masih duduk di bangku kelas 5 SD ada satu rutinitas yang selalu saya lakukan setelah pulang sekolah, yaitu nongkrong di depan layar Televisi untuk menonton Acara MTV MOST WANTED.

.laugh .“Request.. Request.. Request of the day!! Request.. Request.. Request of the day!!” Ingat kah kalian dengan  acara ini??  Yaap, itu loh yang VJ nya Nadya Hutagalung, Jamie A ditya dan Sarah Sechan yang semuanyaa kocak banget.

…..Saya terus nongkrong di layar TV, sambil menunggu lagu-lagu favorite saya di putar, dan berpkirr “Uhhh pengen requestt jugaa!!!” yang saya ingat saat itu untuk bisa mengirimkan hasil karya dan request lagu harus mengirimkannya ke alamat MTV yang ada di Singapura. Sesaat kemudian,

…..“Now, it’s time to email requestttttttt” Kata Jamie Aditya sambil ngupil. Sementara Sarah Sechan menangkap sebuah kertas yang dilipat berbentuk pesawat yang dilempar oleh kru dari belakang kamera.images

…..Crinkkk…, otak saya kemudian berpikir keras, bagaimana yaa bisa kirim email buat nge-request lagu ke MTV Most Wanted..??????

Baca entri selengkapnya »

h1

Keliling-keliling Yogyakarta

Juli 11, 2009

……….Kota Yogyakarta telah menjadi kota wisata yang banyak sekali dikunjungi para turis asing maupun dalam negeri. Saya sendiri baru mengunjungi kota ini sebanyak 4x. Pertama kalinya saat saya masih duduk di bangku SD (saat itu bersama keluarga mengunjungi beberapa tempat di Jawa Tengah seperti Semarang dan Yogyakarta), dan di tahun 2008 dan 2009 ini saya baru mengunjungi kota ini sebanyak 3x.

Flash_LydiaYogyakarta menurut saya adalah sebuah kota yang kental sekali suasana kedaerahannya. Dari penggunaan bahasa daerah yang terdengar di berbagai sudut kota. Sampai dengan  unsur-unsur lainnya yang masih memegang teguh kebudayaan daerahnya.

Di tahun 2008, setelah melalui kepenatan Ujian Akhir semester saya bersama teman-teman merencakan Trip Ke Kota Budaya ini dengan budget murah tapi tetap menyenangkan. Dengan perencanaan yang matang kami 11 mahasiswa yanng ‘butuh liburan’ akhirnya melakukan perjalanan wisata ini pada tanggal 7-10 Februari 2008.

Perjalanan dimulai dari Stasiun Kereta Api Kiara Condong Bandung. Kenapa Stasiun Kiara Condong? Karena kami menggunakan kereta api kelas ekonomi. Ya, hanya dengan Rp.24.000,- kami sudah bisa mengantongi sebuah tiket kereta api tujuan Yogyakarta.

Baca entri selengkapnya »

h1

Liputan – Foto Esai: Becak Sang Komandan

Januari 26, 2009

Matahari pagi saat itu tidak menampakan sinarnya. Namun, hujan yang mengguyur Kota Bandung sedari shubuh tersebut tidak menyurutkan masyarakat untuk melakukan aktivitasnya.

Pukul 08.00, rutinitas di Pasar Jatayu yang berada di Jalan Komodor Udara Supadio (Biasa dikenal dengan jalan Jatayu), Kota Bandung ini berjalan seperti biasanya. Sekumpulan orang mengangkat mesin-mesin dan benda-benda logam, sebagian lainnya ada yang sibuk me-las, dan ada juga yang serius mengotak-ngatik mesin-mesin tua untuk bisa diperbaiki. Memang, pasar ini merupakan pasar yang khusus memperjual-belikan benda-benda logam, mesin, dan benda-benda lain untuk keperluan bengkel.

Ada sebuah kendaraan unik yang setiap harinya terparkir di pasar ini. Sebuah becak dengan tancapan bendera merah putih dan dengan dekorasi perang yang serba hijau. Becak Ini bukanlah becak hiasan. Becak ini digunakan untuk mengantarkan pesanan mesin dan logam dari toko-toko yang ada di sepanjang jalan jatayu kepada para pelanggannya.

Pak Rohim (72) bersama Becak Perangnya terus menjadi pusat perhatian. Itulah yang menjadi keunikan sang komandan.

Pak Rohim (72) bersama Becak Perangnya terus menjadi pusat perhatian. Itulah yang menjadi keunikan sang komandan.

Pemilik becak ini adalah Abdul Rohim (72), kakek asal Cirebon yang tinggal di sebuah asrama yang juga berada di jalan Jatayu. Tak kalah unik dengan becaknya, ia pun setiap harinya mengenakan pakaian serba hijau khas TNI, lengkap dengan sepatu, topi, asesoris tajam pada tangan, dan juga pelindung tubuh yang terlihat seperti baju anti peluru. Selagi menunggu antaran pesanan, kakek yang biasa dijuluki “Komandan” ini biasa duduk-duduk dan bercengkrama dengan para pegawai-pegawai toko.

Siang menjelang, basahnya jalan karena air hujan segera mengering dan waktunya Pak Komandan mengantarkan pesanan, sebuah besi pipih besar yang mirip seperti seng. Benda logam itu ia ikatkan pada sisi kanan becaknya. Dengan mengayuh becak perang-nya, sang komandan mengantarkan pesanannya ke sebuah bengkel yang berada di Jalan Garuda, +5 KM dari jalan jatayu.

1

Sang komandan mengantarkan pesanannya ke sebuah bengkel. Jasanya ini dihargai sebesar Rp.15.000,- sekali mengantarkan pesanan

Jasa sang komandan dihargai sebesar Rp.15.000,- sekali mengantarkan pesanan, yang juga tergantung dengan jarak yang ia tempuh. Setelah mengantarkan pesanan tersebut, ia kembali lagi ke Pasar Jatayu. Namun, ia memutuskan untuk tidak mengambil arah putar baik. Ia memutuskan untuk jalan memutar melewati Jalan Rajawali dan kemudian melewati Pasar Ciroyom untuk menghindari kemacetan.

Menjadi pusat perhatian. Itulah yang menjadi keunikan sang komandan. Walaupun setiap hari ia bergaya seperti ini, tetap saja menjadi perhatian orang-orang di sepanjang jalan. Saat ditanya sejak kapan ia mengenakan segala sesuatu serba perang ini, dengan semangat dan suara yang menghentak ia mengatakan “Sejak jaman Bung Karno!!”

2

Wajahnya terlihat angkuh, tapi juga terlihat kelelahan. Ia terus mengayuh sepeda roda tiga-nya untuk kembali ke Pasar Jatayu Bandung.

Wajahnya terlihat angkuh, tapi juga terlihat kelelahan. Ia terus mengayuh sepeda roda tiga-nya untuk kembali ke Pasar Jatayu Bandung. Karena kelelahan, kemudian ia berhenti sejenak disebuah warung kecil di Jalan Rajawali – memesan sebuah minuman berwarna merah yang biasa disebut limun, dan juga menghisap sebatang rokok yang ia minta dari pengunjung lain di warung itu.

Baca entri selengkapnya »

h1

Desember 22, 2008

Discovering me - lydiaokvaanjelia.wordpress.com

h1

Keliling-keliling Museum Asia-Afrika

Desember 21, 2008

Siapa tak kenal gedung merdeka, gedung bersejarah yang terletak di pusat Kota Bandung. Saya sendiri selama 22 tahun tinggal di Bandung baru pertama kali masuk ke dalam gedung ini. Tepatnya beberapa minggu lalu ketika diselenggarakan acara INDONESIA PHOTOWEEK 2008.  Saat itu saya mengikuti lomba foto arsitektur gedung merdeka.

ini coba dluTapi sayang seribu sayang, foto-foto yang saya kirim nggak ada yang terpilih untuk menjadi salah satu pemenangnya,haha. Jadi, daripada foto-foto hasil jepretan saya jadi jamuran di folder, mending di publish disini aja.

Gedung Merdeka yang terletak di Jalan Asia Afrika Nomor 65 Bandung, dibangun pertama kali pada tahun 1895 sebagai tempat berkumpulnya orang-orang Eropa, terutama Belanda, yang tinggal di Bandung dan sekitarnya…

Baca entri selengkapnya »

h1

Memulai menulis Opini untuk Surat Kabar

November 23, 2008

SUARA MAHASISWA,

Menang Jangan Sombong, Kalah Jangan Bohong

KORAN SINDO

Friday, 14 November 2008

SEMINGGU lalu warga dunia memusatkan perhatian pada pemilihan presiden Amerika Serikat (AS) yang dimenangkan oleh Barack Obama. Sebagian masyarakat Indonesia ikut mengelu-elukan kemenangan presiden kulit hitam pertama di AS ini.

Ada sebuah pertunjukan moral menakjubkan dari negara yang mungkin kalau kita perbandingkan soal kekayaan adat-istiadatnya dengan Indonesia akan kalah jauh. Kita dapat lihat bagaimana Obama bersikap terhadap McCain saat menang. Rasa jumawa—hal yang wajar pada semua manusia—itu ada,namun tak sampai pada taraf berlebihan. Sebaliknya,bagaimana McCain bersikap terhadap Obama saat menerima kekalahannya mencontohkan sikap pemimpin sejati yang dengan sportif dan ksatria menerima kekalahan.

Saya terkesima ketika menonton pidato kekalahan Mc- Cain di video. Begitu bijaksananya ketika McCain mengatakan ”A little while ago,I had the honor of calling Senator Barack Obama to congratulate him,”yang disusul dengan gemuruh kekecewaan pendukungnya. Menanggapi teriakan ”huuuu” para pendukungnya,dengan segera McCain mengangkat kedua telapak tangannya mengajak mereka untuk berhenti mengeluarkan kekecewaan.

Sesaat kemudian bisa kita lihat begitu khidmatnya McCain bisa memengaruhi warga Amerika untuk ikut bersikap kesatria dengan menerima kekalahan dan mendukung pihak lawan. Telah banyak kalangan yang menyindir elite politik kita untuk meniru sikap legowo McCain. Senator tua itu dengan bijak mengatakan akan turut membantu Obama memimpin AS menghadapi tantangan yang akan dihadapi.

Coba bandingkan dengan elite politik di negara kita.Dalam Pemilu 2004 lalu,misalnya,mungkin Anda pun tahu calon yang mengungkapkan bahwa kekalahannya hanya kekurangan suara yang kapan-kapan akan diambil dan direbut kembali pada 2009?

Kata-kata ”merebut kembali”mencirikan sikap calon pemimpin yang haus akan kekuasaan, bukan pemimpin yang mementingkan rakyat. Semoga pada Pemilu 2009 mendatang panggung demokrasi Indonesia menjadi lebih baik.Siapa pun yang menang tidak menyombongkan kemenangannya, yang kalah tidak membohongi diri sendiri dengan sibuk mencari bukti kecurangan untuk menggugat kemenangan lawan.(*)

LYDIA OKVA ANJELIA
Mahasiswi Jurnalistik,
Fakultas Ilmu Komunikasi,
Unpad Bandung

h1

Liputan : Taksi Kalong di Kota Bandung

September 20, 2008

lydia-okva-anjelia

Setiap akhir pekan dan liburan panjang, kota Bandung disesaki oleh pengunjung yang berasal dari luar kota bahkan luar negeri. Mereka kerap mengunjungi tempat wisata dan belanja yang beragam di kota ini. Selain itu, Bandung juga memiliki sejumlah tempat bersejarah salah satunya adalah di kawasan Braga.

Sedikit sejarah tentang Braga, kawasan ini dahulu bernama jalan Pedati yang memiliki latar belakang historis yang menarik sebagai wisata sejarah kota Bandung.

BragaJalan Braga sebagai jalan penuh peristiwa bersejarah itu juga turut mengantarkan sejumlah negara Asia dan Afrika ke gerbang kemerdekaan melalui Konferensi Asia Afrika yang diadakan di kota ini pada tahun 1955. Disisi lain, munculnya tempat-tempat hiburan malam di kawasan ini membuat Jalan Braga kadang dianggap negatif. Kawasan ini juga dikenal sebagai tempat “mangkal”para wanita malam.

Menurut sebuah situs wisata (www.berita-wisata.blogspot.com), nama Braga berasal dari sebuah perkumpulan drama bangsa Belanda yang didirikan tahun 1882. Sedangkan dalam sastra Sunda, Braga berasal dari kata “Baraga”, yaitu nama jalan di tepi sungai. Berjalan menyusuri sungai disebut “Ngabaraga”, sesuai dengan letak jalan Braga yang berada di tepi sungai Cikapundung. Kemudian istilah “Ngabaraga” berubah menjadi “Ngabar raga” yang berarti pamer tubuh atau pasang aksi.

Braga1suatu malam kami mengamati aktivitas yang terjadi di kawasan Braga. Lampu-lampu berpijar ke segala arah, menerangi setiap bangunan yang menambah semaraknya kehidupan malam di kawasan ini. Selepas pukul 22.00, wanita-wanita usia belasan tahun muncul dan berkumpul di depan tempat-tempat hiburan, kios-kios, dan mobil-mobil taksi yang terparkir di pinggir jalan. Seperti halnya istilah “Ngabar raga”, mereka muncul untuk pamer tubuh dan pasang aksi. Dengan pakaian yang serba ketat, menggunakan sepatu berhak tinggi, dan dengan wajah yang full make-up mereka berdiri dengan anggunnya, bercanda tawa dengan sesamanya dan dalam menjalankan profesinya ini mereka melakukan berbagai cara untuk menjaring pelanggannya.

Baca entri selengkapnya »

h1

Feature Radio : Kami Bekerja Untuk Sekolah

September 20, 2008

“Kami Bekerja Untuk Sekolah” adalah sebuah feature radio yang pernah saya dan teman-teman buat untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah feature & documentary. Bercerita tentang anak-anak kecil usia sekolah dasar yang berjualan di sekitar kampus UNPAD.

Title : Kami Bekerja Untuk Sekolah (download)
Producer : Lydia Okva Anjelia
Reporter : Tya Eka Yulianti, Nunik Puspitasari, Desriyani
Script writer : Nurbaeti Chaerani, Metty Mei, Merry Wulandari

SCRIPT
______________________________________________________________
Ambience : Suasana Kampus
______________________________________________________________
Lead

Ditengah-tengah kesibukan para mahasiswa di kampus/ disana tampak sisi lain sebuah kehidupan// Kehidupan sekumpulan anak kecil yang berjuang memenuhi kebutuhan hidupnya//
______________________________________________________________
Ambience : Suasana kampus + Anak menawarkan keripik

______________________________________________________________
Script 1

Kaki-kaki kecil berjalan kesana kemari// Bocah lelaki berumur 9 tahun itu berkeliling menawarkan dagangan pada kumpulan mahasiswa yang menyebar di berbagai sudut kampus// Fajar namanya// Sepulang sekolah/ Fajar menjual keripik di kawasan kampus Unpad Jatinangor//

Memang saat itu matahari bersinar terik// Namun bocah kelas 4 SD ini tidak peduli// Dengan ketekunan dan kesabaran/ ia tetap menawarkan bungkusan-bungkusan keripik yang ia gendong dengan keranjang putih besar-nya// Saat sore menjelang/ setidaknya Fajar mampu menjual 30 bungkus keripik//
Baca entri selengkapnya »