Cerahnya l
angit kota Jakarta jumat malam itu sama cerahnya dengan suasana hati saya. Walaupun saya datang tidak bersama teman-teman, setidaknya ada si Bebeb yang ada disamping saya. Dalam gelaran ini, saya tentu sangat menikmati setiap detik atmosfer berada di event besar internasional ini. Dimana dentuman, alunan, dan hentakan musik Jazz menyebar di seluruh area JIExpo.
Seperti apa suasana ketika itu, saya melihat sekelompok orang terlihat berkumpul di depan sejumlah stage, dengan sytle yang tentunya beraneka ragam. Sebagian orang lainnya, dengan ramah menawarkan berbagai produk yang dijualnya di stand-stand. Atau ada juga yang sibuk melihat denah. Suasana yang paling
dominan adalah banyaknya manusia yang berseliweran di setiap gang dan sudut area Axis Java jazz Festival 2011.
Pukul 22.00 WIB, saya kembali membuka Festival Guide. “Ada siapa aja ya yang tampil saat ini,” tanya saya. Idang Rasjidi! Ketika itu akan tampil Idang Rasjidi pukul 22.15 WIB. Saya segera menuju Java Jazz stage yang berada tak jauh dari gerbang utama.
Kamera telah siap. Bergantian saya dan bebeb menjepret ketika Idang Rasjidi mulai perform. Seketika, penampilan Idang Rasjidi dan kedua anaknya, Shadu dan Shaku menghipnotis seluruh penonton yang satu per satu memadati stage. Betotan bass Shadu yang terdengar nyaring mengiringi permainan piano sang Ayah. Belum lagi kombinasi tabuhan perkusi, tabuhan drum dan melodi dari saxophone. Ketika mendengarnya, rasanya, seperti apa ya? Sulit diungkapkan dengan kata-kata. Tapi yang pasti penampilan mereka benar-benar membuat jantung saya ikut berdetak sama dengan hentakan irama yang disajikan. Idang Rasjidi memang TOP! Pria kelahiran Pangkalpinang, Babel ini berhasil memukau para penonton. Termasuk saya tentunya. Cuplikan Videonya ada di bawah ini, yaa :
______________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
@TompiHolics Tompi Holics
Tweps, jgn lupa, malam ini @dr_tompi & friends akan perform di B1 Hall @Java Jazz Festival, 22.45 wib, be there!
@lydiaanjelia Lydia Okva Anjelia
Siap! Gw mw jd pnonton d barisan paling depan!! RT @TompiHolics: Tweps, jgn lupa, malam ini @dr_tompi & friends akan perform di…
Next Destination? Tompi. Tompi manggung pada pukul 22.45 WIB. Saya kemudian menuju stage 20 menit sebelum jadwal yang tertera di Festival Guide. Dari Axis Java Jazz Stage, saya langsung menuju B1 Hall. Beruntungnya kami. Setelah masuk hall , petugas menutup akses masuk sebagai langkah antisipasi menumpuknya penonton di dalam. Untung kami berhasil masuk duluan dan segera mencari posisi paling strategis, dimana saya selalu ingin berada di barisan penonton paling depan.
Setelah ‘menyeruduk’ kumpulan orang-orang yang memadati Hall. akhirnya saya berhasil berada di barisan depan. Namun sayang, barisan depan yang berhadapan langsung dengan stage sudah sesak dipenuhi massa. But, I’ts okay. Saya tetap berada di barisan depan, agak minggir ke kanan, dan dekat sekali dengan speaker besar di hadapan saya. No problem! yang penting, saya ada di barisan..hmm.. Agak depan.
Tompi kemudian muncul dengan style khasnya. Mengenakan topi fedora, dan mengenakan baju sejenis blezer berwarna gelap. Kemunculannya membuat penonton langsung menjerit-jerit, seakan ketakutan, melihat dr. Tompi baru akan mulai melakukan operasi bedahnya. Lagu “Menghujam Jantungku” menjadi besetan (irisan-red) pertama yang berhasil membuat histeria para penikmat musik Jazz pecah, berpendar, dan menyebar ke segala arah.
dr.Tompi kemudian membungkusnya kembali dengan jahitan apik dan kemampuannya melakukan scat singing disela-sela aksi panggungnya. Improvisasi yang disajikan Tompi itu terus membuat riuh penonton, termasuk saya yang terus-terusan bersorak penuh kagum. (Kalo kata si bebeb, sorakan saya berisik sekali.lol)
Tompi memang selalu punya kejutan di setiap performancenya. Kejutan apa yang dia berikan kali ini? Kejutan dimana ia mampu membuat Shock penontonnya saat menyanyikan “I Heart You”. Lagu yang saat ini lagi populer-populernya di kalangan anak muda di Indonesia. Dengan aransemen yang dibuat lebih Jazzy, Tompi & Friends mampu menyulapnya menjadi musik Jazz yang cukup berkualitas.
Baru setengah jam, saya melewati malam bersama Tompi dan si bebeb. Waktu menunjukkan pukul 23.20 WIB. Keputusan yang berat, tapi saya harus segera meninggalkan B1 Hall. Tujuan selanjutnya, menjadi tujuan utama saya datang ke Axis Java Jazz Festival Jumat Malam ini. (*)


Komentar Terakhir