#5 Hadiah Istimewa untuk Miss Corinne

Sosok wanita manis berambut keriting itu hilang dari pandangan saya setelah ia pamit undur diri dari panggung. Kemudian, penonton yang memenuhi D2 Axis Hall, satu per satu keluar dari arena. Kepuasan juga terpancar dari wajah-wajah lelah mereka. Tapi ada satu hal yang belum juga membuat saya merasa berpuas diri. Sekotak hadiah untuk Miss Corinne, masih tersimpan apik di dalam tas yang saya bawa.

Apa ya yang membuat saya melakukan hal ini? Sebenarnya saya bukan lah seorang fans yang fanatik, sehingga berbagai cara harus saya lakukan untuk bisa bertemu artist idola saya. Hanya saja, saya merasa harus ada sesuatu yang berbekas dalam diri Miss Corinne ketika dia datang pertama kalinya ke Indonesia.

Saya sempat berpikir, apa saya lempar saja ya hadiahnya ke Panggung saat Miss Corinne perform. lol. Tapi hal itu tidak mungkin. Selain ada batas dan jarak penonton dan panggung berjauhan, saya juga tidak akan melakukan hal bodoh yang akan menjadi perhatian banyak orang. Jadi saya urungkan niat itu.

Terus-terusan saya berpikir, Saya tidak ingin membawa hadiah ini pulang, apalagi ditambah dengan penyesalan karena tidak berhasil memberikan spesial gift ini bagi miss Corinne.

Satu pintu tertutup, dua pintu tertutup, pintu lainnya terbuka. Lagi-lagi Axis lah yang membantu saya. Walaupun saat itu jam menunjukan pukul 01.15 Dini hari, untung otak saya masih bisa diajak kompromi. Sesaat setelah Miss Corinne hilang dari panggung dan satu persatu penonton meninggalkan hall, saya ditemani si bebeb yang masih sangat setia di samping saya, berjalan menuju jalan masuk backstage yang ada di sisi kanan panggung.

Disana ada dua orang security dan beberapa orang panitia atau kru yang mengenakan kaos Axis. Langsung saya panggil salah satu dari mereka dan meminta bantuannya untuk dapat memberikan sekotak hadiah yang saya bawa untuk miss Corinne yang masih ada di back stage. Beruntung, kru Axis tersebut mau membantu saya. Setelah menitipkannya, saya langsung meninggalkan hall, yang hanya menyisakan sejumlah penonton, sejumlah kru, dan sejumlah petugas yang sedang bersih-bersih.

Jadi siapapun panitia yang saat itu membantu saya, saya ucapkan beribu-ribu terima kasih yaaa. Terkadang saya masih bertanya-tanya, setelah saya tinggal, apa kado itu akhirnya berhasil sampai ke tangan miss Corinne? Seperti apa ekspresi Miss Corinne menerima hadiah itu? Banyak pertanyaan yang sampai saat ini masih sering muncul di benak saya.

Tapi, sekali lagi. Thanks buat panitia yang saya tidak tahu namanya.

Akhirnya, saya cuma berharap, semoga hadiah sebuah dress bermotif batik, khas Indonesia itu bisa sampai langsung ke tangan Miss Corinne. Kenapa saya memberinya hadiah sebuah Batik? Karena batik merupakan kebanggaan Indonesia :) . Semoga aja, Batik Made in Indonesia yang saya berikan itu bisa jadi kenang-kenangan berharga, yang bisa Miss Corinne bawa ke setiap negara yang ia kunjungi. Dan juga bisa menjadi tanda bahwa ia pernah ke Indonesia.

“Dear, Miss Corinne. It’s not Expensive. But, I hope you like it”

Tinggalkan Komentar

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Blog pada WordPress.com. Tema: Adventure Journal oleh Contexture International.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 245 pengikut lainnya.