<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Discovering Me</title>
	<atom:link href="http://lydiaokvaanjelia.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://lydiaokvaanjelia.wordpress.com</link>
	<description>lydiaokvaanjelia.wordpress.com</description>
	<lastBuildDate>Tue, 24 Jan 2012 00:59:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='lydiaokvaanjelia.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/e595248a34f488918c95b221969e33b5?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Discovering Me</title>
		<link>http://lydiaokvaanjelia.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://lydiaokvaanjelia.wordpress.com/osd.xml" title="Discovering Me" />
	<atom:link rel='hub' href='http://lydiaokvaanjelia.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Resolusi Juara 2012: &#8220;Rajutan Cinta&#8221; Buatan Mama</title>
		<link>http://lydiaokvaanjelia.wordpress.com/2012/01/08/resolusi-juara-2012-rajutan-cinta-buatan-mama/</link>
		<comments>http://lydiaokvaanjelia.wordpress.com/2012/01/08/resolusi-juara-2012-rajutan-cinta-buatan-mama/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Jan 2012 08:24:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lydia Anjelia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Resolusi Juara 2012]]></category>
		<category><![CDATA[Resolusi Juara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lydiaokvaanjelia.wordpress.com/?p=1659</guid>
		<description><![CDATA[Ada anggapan bahwa merajut itu identik dengan orang-orang tua. Tapi sekarang banyak sekali anak muda dari anak-anak sampai wanita dewasa yang pintar merajut. Saya sendiri? Jujur, saya tidak bisa merajut. Jadi dalam kamus saya, merajut tetap identik dengan orang tua. Karena pada kenyataannya anak muda seperti saya masih kalah terampil dengan buah tangan mama saya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lydiaokvaanjelia.wordpress.com&amp;blog=4906668&amp;post=1659&amp;subd=lydiaokvaanjelia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Ada anggapan bahwa merajut itu identik dengan orang-orang tua. Tapi sekarang banyak sekali anak muda dari anak-anak sampai wanita dewasa yang pintar merajut. Saya sendiri? Jujur, saya tidak bisa merajut. Jadi dalam kamus saya, merajut tetap identik dengan orang tua. Karena pada kenyataannya anak muda seperti saya masih kalah terampil dengan buah tangan mama saya sendiri.</strong></em></p>
<p>Sebelum saya menjabarkan lebih dalam mengenai resolusi saya di tahun 2012 ini (yang hubungannya dengan rajut merajut), saya ingin sedikit bercerita mengenai asal-usul keterampilan merajut yang mama miliki.</p>
<p><a href="http://lydiaokvaanjelia.wordpress.com/2012/01/08/resolusi-juara-2012-rajutan-cinta-buatan-mama/img_6189/" rel="attachment wp-att-1666"><img class="alignleft size-medium wp-image-1666" title="IMG_6189" src="http://lydiaokvaanjelia.files.wordpress.com/2012/01/img_6189.jpg?w=300&#038;h=200" alt="" width="300" height="200" /></a>Dari mana Mama Belajar Merajut? Ini yang selalu menjadi pertanyaan saya ketika mendapati mama di umurnya yang hampir 60 Tahun ini sangat terampil merajut. Padahal selama 32 tahun dalam hidupnya, ia menjadi wanita karir yang bekerja setiap hari di belakang meja, menjalankan aktivitasnya sesuai jam kantor, dan hanya mempunyai waktu di malam hari dan <em>weekend </em>bagi anak-anaknya. Lalu, sejak kapan mama bisa merajut? Saya keheranan sendiri. Karena sejak kecil saya tidak pernah melihat mama merajut.</p>
<p>Ditengah kekaguman saya, mama pernah bercerita. Ketika mama masih duduk di Bangku SMP, ibunya atau saya menyebutnya <em>Mak gaek</em> (dalam bahasa Padang; berarti Nenek), selalu menyodorkan sejumlah benang dan <em>hakpen</em> (jarum rajut) setiap mama pulang dari sekolah. Tanpa bisa menolak, mama langsung diperintahkan untuk merajut. Berbeda dengan kakak perempuan mama yang setiap pulang sekolah malah disodorkan peralatan dapur.</p>
<p>Tapi akhirnya saya paham, Ooo begitu rupanya mama memiliki keahlian merajut, tapi tidak untuk keahlian memasak. Makna yang saya dapat, bahwa nenek saya sejak dini telah membekali anak-anaknya dengan kemampuan yang berbeda.</p>
<p>Kemudian, saya juga berpikir. Kok terlambat sih mama menyadari kalau ia masih memiliki kemampuan untuk merajut? Hebatnya, 32 tahun bekerja sebagai wanita kantoran tidak membuat kemampuan mama  hilang begitu saja. Baru pada tahun 2010 lalu, mama mulai berkreasi kembali dengan jari-jarinya. Memang, tidak ada kata terlambat yaa untuk memulai ini semua. Pernah saya mencoba untuk belajar, tapi saya menyerah. Tangan ini tak seterampil mama.</p>
<p>Jadi apa yang bisa saya lakukan untuk mama? Saya ingin sekali memasarkan hasil-hasil rajutan mama ini melalui <a title="Telkom Speddy" href="http://telkomspeedy.com/" target="_blank">internet</a>. Memang, bisnis atau menjual suatu produk melalui <a title="Telkom Speddy" href="http://telkomspeedy.com/" target="_blank">internet</a> memang bukan jadi sesuatu yang <em>Wah!</em> atau sesuatu yang baru. Tapi sepertinya, dengan cara ini, saya bisa mengerahkan sepenuhnya tenaga saya untuk bisa mewujudkan hobi mama ini menjadi bisnis.</p>
<p>Dari segi jumlah produksi, memang tidak banyak rajutan tangan karya tangan mama yang dihasilkan. Dalam satu minggu, mama hanya bisa menyelesaikan satu atau paling banyak dua rajutan berbentuk cardigan atau baju jenis lainnya, tergantung tingkat kesulitan dan ukurannya. Dua pun bisa dihasilkan jika <em>full-time</em> dalam seminggu aktivitas mama hanya merajut (Beristirahat hanya ketika waktunya makan, shalat, dan tidur). Maka sejak tahun 2010 lalu, saya belum memberanikan diri untuk langsung memasarkan hasil-hasil rajutan mama melalui <a title="Telkom Speddy" href="http://telkomspeedy.com/" target="_blank">internet</a>.</p>
<p><strong>Maka resolusi tahun 2012 ini adalah saya ingin membangun dan mengelola sebuah website “Sentra Rajutan Tangan”, Yap, khusus hanya rajutan buatan tangan atau <em>handmade</em>.<br />
</strong></p>
<p><a href="http://lydiaokvaanjelia.wordpress.com/2012/01/08/resolusi-juara-2012-rajutan-cinta-buatan-mama/benang-wool/" rel="attachment wp-att-1707"><img class="alignleft size-medium wp-image-1707" title="benang wool" src="http://lydiaokvaanjelia.files.wordpress.com/2012/01/benang-wool.jpg?w=300&#038;h=265" alt="" width="300" height="265" /></a><em>Tujuannya adalah untuk bisa mewadahi para ibu atau anak-anak muda yang punya hobi merajut dan ingin menjual hasilnya, tapi tidak mampu memproduksi produknya secara massal<strong>.</strong></em> Jadi, siapapun dan dimanapun yang ingin menjual hasil rajutannya dalam jumlah yang kecil (bahkan satuan) bisa menitipkan barangnya untuk bisa dijual di website tersebut.</p>
<p>Mama memang menjadi inspirasi untuk resolusi ini. Proses yang manual dan waktu pengerjaannya yang begitu lama memang menjadikan produk ini begitu istimewa. Terutama dari kerapihan, eksklusifitas, dan keistimewaan bahwa produk tersebut ternyata tidak dapat dihasilkan oleh sembarang orang.</p>
<p>Karena memang tidak mungkin mama bisa menyelesaikan sejumlah pesanan dalam waktu yang bersamaan jika hanya merajut sendirian. Selama ini, saya hanya bisa menunggu selesainya helai demi helai rajutan buatan mama, mulai dari taplak meja, baju, cardigan, syal, rompi, dan masih banyak lagi. Ketika sudah banyak, baru mama menyerahkan semua hasil rajutannya kepada saya, untuk bisa dijual.</p>
<p>Ketika itu, cara terbaik untuk memulai adalah menawarkannya kepada teman-teman dan keluarga. Alhasil, sejumlah baju rajutan tangan mama laku di kalangan keluarga dan teman-teman. Hal tersebut menambah semangat mama untuk merajut dan terus merajut. <strong>Bukan karena UANG yang didapat, tapi KEPUASAN HATI ketika rajutan buah tangan mama ini bisa disukai banyak orang. </strong>Saya ingin banyak perempuan di Indonesia yang hobi merajut juga punya perasaan yang sama. Kepuasan hati ketika ada orang yang mau mengenakan buah tangan mereka.</p>
<p><strong>Bagaimana cara mencapainya?</strong></p>
<p>Memang saya belum memiliki banyak pengalaman bagaimana memasarkan produk yang baik secara <em>online</em>. Sebelumnya saya sudah membuat sebuah <a href="http://rajutankita.wordpress.com/" target="_blank">blog</a> khusus untuk menjual hasil rajutan mama. Namun hanya sekedar membuat blog, saya tidak berhasil mengelolanya. Itu dikarenakan terbatasnya stok yang ada, sehingga calon pembeli harus memesan terlebih dahulu dan menunggu berminggu-minggu. Ini akan mengecewakan calon pembeli. Jadi, untuk website &#8220;Sentra Rajutan Tangan&#8221; ini, lagi-lagi yang saya inginkan bukan hanya sekedar memasarkan produk yang mama buat melalui <a title="Telkom Speddy" href="http://telkomspeedy.com" target="_blank">internet</a>. Tapi bisa menghimpun lebih banyak produk para penghobi rajutan seperti mama saya.</p>
<p><a title="Telkom Speddy" href="http://telkomspeedy.com/" target="_blank"><img class="alignleft size-full wp-image-1664" style="border-color:initial;border-style:initial;" title="blogcontestspeedy" src="http://lydiaokvaanjelia.files.wordpress.com/2012/01/blogcontestspeedy.jpg?w=690" alt=""   /></a></p>
<p>Saya yakin, dengan membangun dan mengelola website dengan baik, resolusi saya bisa terwujud. Ternyata caranya, bisa juga dilakukan bersama telkomspeddy. Saya pun baru tahu, kalau telkomspeddy punya produk<a title="Telkom Speddy Store" href="http://store.telkomspeedy.com/store/" target="_blank"> IDWebstar</a>. Saya bisa dengan mudah mempunyai professional website dengan membeli produk Telkom ini. Harganya pun sangat <em>reasonable</em>. Jadi saya bisa memulainya dengan menggunakan produk ini.</p>
<p>Lalu apa lagi? Masih banyak yang harus saya persiapkan untuk mewujudkan resolusi ini. Selain menyiapkan <a title="Telkom Speddy Store" href="http://store.telkomspeedy.com/store/" target="_blank">domain dan hosting</a> untuk website tersebut, saya masih harus mengumpulkan produk buatan mama. Sampai saat ini, kurang lebih ada 30 produk yang mama buat yang telah terjual. Pembeli pertama adalah teman dekat saya sendiri, lalu keluarga, dan beberapa kenalan lainnya. Saat ini, mama sedang menyelesaikan sebuah taplak meja rajutan yang cukup besar. Ketika mendengar rencana saya ini, mama begitu semangat untuk menambah produk buah tangannya untuk bisa dijual melalui <a title="Telkom Speddy" href="http://telkomspeedy.com" target="_blank">internet</a>.</p>
<p>Mama selalu berpesan kepada saya, kalau saya cinta pada suatu pekerjaan, maka pekerjaan itu akan ringan dan menyenangkan. Begitu pula dengan mama yang saat ini mengisi hari tuanya dengan merajut. Walaupun terkadang mama mengeluh sakit di jarinya, tapi ia tak pernah berhenti dan terus merajut dengan sepenuh hati. Dengan mencintai hobinya tersebut, semua yang sedang dikerjakan memang menjadi ringan dan menyenangkan baginya. I Love My Mom. **</p>
<p><a href="http://lydiaokvaanjelia.wordpress.com/2012/01/08/resolusi-juara-2012-rajutan-cinta-buatan-mama/img_6193-2/" rel="attachment wp-att-1706"><img class="alignleft size-full wp-image-1706" title="IMG_6193" src="http://lydiaokvaanjelia.files.wordpress.com/2012/01/img_61931.jpg?w=690&#038;h=263" alt="" width="690" height="263" /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/1659/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/1659/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/1659/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/1659/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/1659/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/1659/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/1659/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/1659/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/1659/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/1659/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/1659/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/1659/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/1659/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/1659/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lydiaokvaanjelia.wordpress.com&amp;blog=4906668&amp;post=1659&amp;subd=lydiaokvaanjelia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lydiaokvaanjelia.wordpress.com/2012/01/08/resolusi-juara-2012-rajutan-cinta-buatan-mama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">lovelydia</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lydiaokvaanjelia.files.wordpress.com/2012/01/img_6189.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_6189</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lydiaokvaanjelia.files.wordpress.com/2012/01/benang-wool.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">benang wool</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lydiaokvaanjelia.files.wordpress.com/2012/01/blogcontestspeedy.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">blogcontestspeedy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lydiaokvaanjelia.files.wordpress.com/2012/01/img_61931.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_6193</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Behind The Scene: Juara Kompetisi Adukreasi Wartawan &amp; Penulis Muda Kementerian Pertanian 2011</title>
		<link>http://lydiaokvaanjelia.wordpress.com/2011/12/11/behind-the-scene-juara-kompetisi-adukreasi-wartawan-penulis-muda-kementerian-pertanian-2011/</link>
		<comments>http://lydiaokvaanjelia.wordpress.com/2011/12/11/behind-the-scene-juara-kompetisi-adukreasi-wartawan-penulis-muda-kementerian-pertanian-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Dec 2011 16:58:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lydia Anjelia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lydiaokvaanjelia.wordpress.com/2012/01/04/behind-the-scene-juara-kompetisi-adukreasi-wartawan-penulis-muda-kementerian-pertanian-2011/</guid>
		<description><![CDATA[Berawal dari obrolan ngalor-ngidul sampe tengah malem (sambil lembur ngantor) pada bulan Oktober 2011, saya, Mas Purnomo Sidik, dan Hera Khaerani berencana untuk mengikuti sebuah lomba peliputan video yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertanian. Lombanya sendiri bertajuk, &#8220;Lomba Adukreasi Wartawan dan Penulis Muda Pertanian&#8221;. Tapi sebelum eksekusi, kami terlebih dahulu sudah membayang-bayangkan seandainya kami menjadi juara. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lydiaokvaanjelia.wordpress.com&amp;blog=4906668&amp;post=1636&amp;subd=lydiaokvaanjelia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berawal dari obrolan ngalor-ngidul sampe tengah malem (sambil lembur ngantor) pada bulan Oktober 2011, saya, Mas Purnomo Sidik, dan Hera Khaerani berencana untuk mengikuti sebuah lomba peliputan video yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertanian. Lombanya sendiri bertajuk, &#8220;Lomba Adukreasi Wartawan dan Penulis Muda Pertanian&#8221;. Tapi sebelum eksekusi, kami terlebih dahulu sudah membayang-bayangkan seandainya kami menjadi juara.</p>
<p>&#8220;Juara bertahan, selalu menang,&#8221; tegas mas Sidik dengan yakinnya.</p>
<p>Mas Sidik yang tahun lalu menjadi juara II pada kompetisi serupa sangat optimis bisa menjadi juara I untuk kompetisi video kali ini. Namun, saya sendiri ngga mau kalah dengan menunjukkan keyakinan saya untuk bisa menyingkirkan yang mas Sidik bilang juara bertahan. Saya sendiri sejak tahun 2010 lalu telah mengetahui adanya kompetisi ini. Hanya saja karena yang kuat hanya niat, tanpa eksekusi akhirnya saya ngga jadi ikut kompetisi tersebut. Tapi, tahun 2011 ini saya harus ikut serta.</p>
<p>&#8220;Baik lah, sampai ketemu nanti di Jakarta,&#8221; kata saya kepada mas Sidik sambil bersalaman menandakan &#8216;deal&#8217;. Kami yang duduknya bersebelahan di kantor, kemudian melanjutkan tugas lembur kami sambil memikirkan konsep video liputan yang akan masing-masing kami buat. Mas Sidik kali ini tidak akan sendiri. Ia menarik salah seorang teman kantor kami juga untuk bergabung, Hera Khaerani.</p>
<p>Dan, tema pertanian apa yang mereka angkat? adalah mengenai diversifikasi pangan. Betapa masyarakat Indonesia sudah sangat bergantung hidup dengan memakan nasi. Padahal sumber energi/karbohidrat sebenarnya tidak hanya ada pada nasi. Mas Sidik dan Hera berhasil mengangkat salah satu panganan yang bisa saja mengganti nasi, yaitu ubi. Mas Sidik sendiri akan mengambil tema besar mengenai Ubi Cilembu yang lokasi liputannya dia ambil di daerah Tanjungsari s/d Sumedang, Jawa Barat.</p>
<p><strong>Potensi Pertanian di Pulau Belitung</strong></p>
<p>Lalu bagaimana dengan saya? Saya sendiri pada awalnya tidak terbayang tema apa yang ingin saya angkat dalam peliputan video. Satu-satunya yang ada di pikiran saya adalah mengenai potensi pertanian di Pulau Belitung. Mengapa harus jauh sampai ke Belitung? Karena saya sudah sangat mengenal pulau ini. Sambil menyelam minum air, peribahasa yang bisa menggambarkannya. Sambil saya mengunjungi orang tua saya yang tinggal disana, tidak ada salahnya saya juga mencoba peruntungan melalui kompetisi ini dengan mengangkat potensi di tanah kelahiran ayah saya tersebut.</p>
<p>Selain orang-tua, siapa saja yang ingin saya temui di pulau ini? Terutama untuk keperluan peliputan video. Tentu saja para petani yang tinggal di Kecamatan Membalong, Belitung. Di kecamatan ini, ada desa transmigrasi yang telah dibangun sejak 25 tahun yang lalu. Tepatnya tahun 1985. Ratusan warga di desa ini adalah warga transmigrasi dari pulau Jawa yang terbiasa memiliki mata pencaharian utama, sebagai petani.</p>
<p>Selain petani, saya juga ingin sekali menemui pak Bupati. Pak Darmansyah Husein, atau saya biasa memanggilnya Om Darman. Walaupun saya pernah mengenalnya, tetapi bukan berarti saya akan mudah menemuinya. Masih harus menembus berbagai ajudan untuk bisa bertemu santai dengan beliau. Namun kekecewaan saya dapatkan ketika tahu, beliau akan pergi ke Pulau Bali, tepat di hari saya akan datang. Berarti harapan setelahnya untuk bisa saya temui, mungkin Kepala Dinas Pertanian Setempat.</p>
<p>Berbagai rencana pun telah saya siapkan. Beberapa kali saat di kantor mas Sidik seringkali bertanya, &#8220;bagaimana progress-nya?&#8221;, saya jawab &#8220;Kamis depan jadi donk ke Belitung,&#8221; sambil senyum tipis dan mengangkat alis tanda bersaing. Setelah itu, kami pun biasanya kembali fokus bekerja.</p>
<p>Akhirnya, setelah mendapatkan izin selama 2 hari dari kantor, tepat pada tanggal 20 Oktober 2011 saya berangkat ke Pulau Belitung. Menggunakan penerbangan pertama (first flight) pukul 06.20 WIB. Dari dalam pesawat, saya sudah mulai mengambil gambar. Mengambil gambar pulau Belitung dari atas langit. Saya sampai di Bandara Hanandjouddin, Belitung pukul 07.30 WIB.</p>
<p>Sudah tidak terhitung lagi berapa kali saya menginjakkan kaki di pulau ini. Yang pasti, beruntung saya punya Ayah yang berasal dari pulau kecil nan indah ini. Sesampainya di bandara, sejenak saya melepas kangen sama mama. Sambil menunggu bagasi yang diambilkan oleh petugas porter bandara, saya berbicang-bincang dengan Mama. Kemudian mama bilang, &#8220;Kayaknya ada bupati deh di Ruang VIP. Banyak kendaraan dinas lalu-lalang,&#8221;</p>
<p>Aku langsung tersentak. Ada bupati di bandara. Aku langsung menyampaikannya ke Papa. Papa akan sangat mudah menembuh berbagai ajudan di bandara ini. Kemudian aku mengikuti papa sampai ke ruang VIP.</p>
<p>Benar saja, sampai di ruang VIP, saya ketemu Pak Bupati. Narasumber pertama yang paling ingin saya temui. Tanpa berpikir panjang, saya langsung memohon izin untuk melakukan wawancara. Pak Bupati mempersilakan. Dan saya kemudian mulai menyeting secara cepat tripod dan kamera dan langsung merekam.</p>
<p>Beberapa menit saya melakukan wawancara, sepertinya para ajudan sudah keringat dingin karena pesawat akan segera berangkat. Saya kemudian interupsi ajudan, dan saya pun akhirnya menghentikan pertanyaan. Namun, inti yang ingin saya tanyakan sudah terjawab semua. Akhirnya, pak bupati berangkat dengan pesawat yang sebelumnya saya tumpangi, kembali ke Jakarta, kemudian ke Bali untuk menghadiri pertemuan kepala daerah tingkat II dari seluruh Indonesia. Benar-benar kebetulan yang sangat menyenangkan.</p>
<p>Setelah selesai melakukan wawancara, dan senyum-senyum bangga sambil melihat pesawat yang pak bupati tumpangi, saya baru tersadar. Saat saya menemuinya tadi, saya dengan cueknya hanya mengenakan kaos oblong, sandal jepit, belum sisiran, dan belum mandi (karena first flight, dari Bandung sejak pukul 1 malam).</p>
<p>Bagaimana cerita selanjutnya? (to be continued)</p>
<p><strong>Video Juara I dan II (Lihat disini)</strong></p>
<p>Juara I : &#8220;HARAPAN SI MADU DARI CILEMBU&#8221;</p>
<span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://lydiaokvaanjelia.wordpress.com/2011/12/11/behind-the-scene-juara-kompetisi-adukreasi-wartawan-penulis-muda-kementerian-pertanian-2011/"><img src="http://img.youtube.com/vi/OiUZfkxsD9g/2.jpg" alt="" /></a></span>
<p>Juara II : &#8220;&#8221;OPTIMISME BELITUNG MENUJU KAWASAN AGROPOLITAN&#8221;</p>
<span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://lydiaokvaanjelia.wordpress.com/2011/12/11/behind-the-scene-juara-kompetisi-adukreasi-wartawan-penulis-muda-kementerian-pertanian-2011/"><img src="http://img.youtube.com/vi/2izPMC8XTcY/2.jpg" alt="" /></a></span>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/1636/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/1636/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/1636/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/1636/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/1636/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/1636/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/1636/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/1636/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/1636/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/1636/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/1636/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/1636/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/1636/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/1636/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lydiaokvaanjelia.wordpress.com&amp;blog=4906668&amp;post=1636&amp;subd=lydiaokvaanjelia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lydiaokvaanjelia.wordpress.com/2011/12/11/behind-the-scene-juara-kompetisi-adukreasi-wartawan-penulis-muda-kementerian-pertanian-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">lovelydia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Reporter Humas Unpad Juara Kompetisi Kementerian Pertanian Kategori Liputan Video</title>
		<link>http://lydiaokvaanjelia.wordpress.com/2011/12/08/reporter-humas-unpad-juara-kompetisi-kementerian-pertanian-kategori-liputan-video/</link>
		<comments>http://lydiaokvaanjelia.wordpress.com/2011/12/08/reporter-humas-unpad-juara-kompetisi-kementerian-pertanian-kategori-liputan-video/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Dec 2011 06:46:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lydia Anjelia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[pertanian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lydiaokvaanjelia.wordpress.com/?p=1345</guid>
		<description><![CDATA[[Unpad.ac.id, 8/12/2011] Reporter Unpad News &#38; Information Center (UNIC) UPT Humas Unpad berhasil menorehkan prestasi di tingkat nasional dalam kompetisi “Adu Kreasi Wartawan &#38; Penulis Muda Pertanian 2011” untuk kategori Liputan Video (umum). Mereka adalah Purnomo Sidik dan Hera Khaerani yang menyabet Juara I dengan liputan berjudul “Harapan Si Madu dari Cilembu”, dan Lydia Okva [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lydiaokvaanjelia.wordpress.com&amp;blog=4906668&amp;post=1345&amp;subd=lydiaokvaanjelia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>[Unpad.ac.id, 8/12/2011] Reporter Unpad News &amp; Information Center (UNIC) UPT Humas Unpad berhasil menorehkan prestasi di tingkat nasional dalam kompetisi “Adu Kreasi Wartawan &amp; Penulis Muda Pertanian 2011” untuk kategori Liputan Video (umum). Mereka adalah Purnomo Sidik dan Hera Khaerani yang menyabet Juara I dengan liputan berjudul “Harapan Si Madu dari Cilembu”, dan Lydia Okva Anjelia yang menyabet Juara II dengan liputan berjudul “Optimisme Belitung Menuju Kawasan Agropolitan”.</p>
<p><a href="http://lydiaokvaanjelia.wordpress.com/2011/12/08/reporter-humas-unpad-juara-kompetisi-kementerian-pertanian-kategori-liputan-video/humas-unpad_2011_12_08_016468/" rel="attachment wp-att-1351"><img class="alignleft size-medium wp-image-1351" title="humas-unpad_2011_12_08_016468" src="http://lydiaokvaanjelia.files.wordpress.com/2011/12/humas-unpad_2011_12_08_016468.jpg?w=300&#038;h=199" alt="" width="300" height="199" /></a>Dalam kompetisi yang digelar oleh Kementerian Pertanian RI ini, mereka mendaftarkan hasil karyanya sesuai tema yang telah ditentukan, yaitu revitalisasi pertanian. Penghargaan bagi para pemenang kompetisi tersebut akan diserahkan di Studio TVRI Jakarta, Kamis (8/12) malam ini.<br />
Sidik dan Lydia yang ditemui disela-sela kesibukannya di Ruang UNIC di Gedung 1 lantai 1 Unpad, Jln. Dipati Ukur No. 35 Bandung, Kamis (8/12) ini menjelaskan tentang karya mereka yang berhasil meraih prestasi tersebut. Menurut Sidik, videonya yang berdurasi sekira 20 menit tersebut menjelaskan tentang bagaimana nama Cilembu berhasil mengangkat kesejahteraan para petani dan penjual ubi baik di Cilembu maupun di luar Cilembu.<br />
“Nama besar ‘Cilembu’ tersebut tidak hanya mengangkat kesejahteraan masyarakat Cilembu, tapi juga para petani dan penjual ubi Cilembu dimana-mana. Apalagi sekarang ubi Cilembu sudah terkenal dimana-mana, bahkan telah diekspor ke Jepang, Malaysia dan lain-lain,” jelasnya.<br />
Untuk liputan itu, Sidik dan Hera menemui petani ubi Cilembu di daerah Tanjungsari, Sumedang. Mereka juga menemui penjual, pembeli bahkan peneliti ubi dari Fakultas Pertanian Unpad, Dr.Sc.agr.Agung Karuniawan, Ir., M.Sc.agr., untuk kepentingan produksi video tersebut. Proses produksi liputan berbentuk feature tersebut menghabiskan waktu 1 minggu lamanya.<br />
Sementara itu, Lydia dalam liputannya yang berbentuk softnews dan berdurasi sekira 12 menit tersebut ingin mengangkat potensi pertanian dan perkebunan di daerah asalnya di Belitung. Untuk memperkaya hasil liputannya, ia juga menemui para petani, pemilik perkebunan, bahkan Bupati Belitung. Pada video tersebut, ia berusaha memaparkan potensi pertanian pangan dan perkebunan khususnya di Kecamatan Membalong Kabupaten Belitung.<br />
“Di video ini saya ingin menggambarkan bahwa baik pemerintah maupun petani di sana optimis untuk meningkatkan produksi pertanian di Belitung, meskipun banyak orang menganggap wilayah itu kurang cocok untuk pertanian,” jelasnya.<br />
Bagi Sidik, prestasi ini merupakan kali keduanya di ajang serupa. Pada tahun sebelumnya, ia juga pernah menjadi Juara II pada lomba yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertanian RI tersebut . Sementara bagi Lydia, prestasi ini merupakan kali pertamanya. Dengan keberhasilannya tersebut, baik Sidik, Hera, dan Lydia berharap hal tersebut semakin memotivasinya untuk lebih baik dalam berkarya. *<br />
Laporan oleh: Marlia / eh*</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/1345/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/1345/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/1345/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/1345/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/1345/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/1345/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/1345/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/1345/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/1345/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/1345/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/1345/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/1345/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/1345/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/1345/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lydiaokvaanjelia.wordpress.com&amp;blog=4906668&amp;post=1345&amp;subd=lydiaokvaanjelia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lydiaokvaanjelia.wordpress.com/2011/12/08/reporter-humas-unpad-juara-kompetisi-kementerian-pertanian-kategori-liputan-video/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">lovelydia</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lydiaokvaanjelia.files.wordpress.com/2011/12/humas-unpad_2011_12_08_016468.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">humas-unpad_2011_12_08_016468</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Fenomena Supermoon?</title>
		<link>http://lydiaokvaanjelia.wordpress.com/2011/03/20/fenomenasupermoon/</link>
		<comments>http://lydiaokvaanjelia.wordpress.com/2011/03/20/fenomenasupermoon/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Mar 2011 02:31:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lydia Anjelia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lydiaokvaanjelia.wordpress.com/?p=1213</guid>
		<description><![CDATA[Hari itu, Sabtu (20/3) tiba-tiba di twitter, facebook dan jejaring sosial lainnya, orang-orang banyak membicarakan tentang fenomena supermoon yang akan terjadi pada malam itu. Komentar-komentar lucu, kocak, serius, histeris, excited mengemuka menunggu fenomena yang terjadi hanya 18 tahun sekali. &#8220;Supermoon siapanya sailormoon ya?&#8221; canda seorang teman via Twitter. Hal yang saya bayangkan ketika mendengar kata [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lydiaokvaanjelia.wordpress.com&amp;blog=4906668&amp;post=1213&amp;subd=lydiaokvaanjelia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft  wp-image-1646" style="border-color:initial;border-style:initial;" title="supermoon" src="http://lydiaokvaanjelia.files.wordpress.com/2011/03/2-copy.jpg?w=450&#038;h=300" alt="Supermoon yang saya bidik pada pukul 02:31 WIB. Setelah nunggu awan tebal lewat... Akhirnyaaa... dapett jugaaa | Nikon D70s Lensa 70-300mm" width="450" height="300" /></p>
<p style="text-align:justify;">Hari itu, Sabtu (20/3) tiba-tiba di twitter, facebook dan jejaring sosial lainnya, orang-orang banyak membicarakan tentang fenomena supermoon yang akan terjadi pada malam itu. Komentar-komentar lucu, kocak, serius, histeris, excited mengemuka menunggu fenomena yang terjadi hanya 18 tahun sekali. &#8220;Supermoon siapanya sailormoon ya?&#8221; canda seorang teman via Twitter.</p>
<p style="text-align:justify;">
Hal yang saya bayangkan ketika mendengar kata supermoon adalah bulan yang terlihat besar melalui pandangan kita. Walaupun belum saya liat secara langsung, tapi saya sudah bisa membayangkan besarnya bulan yang biasa saya lihat di film-film animasi Amerika misalnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Tentu rasa penasaran menghinggap saya. Indahnya kalau kita bisa melihat bulan tamak lebih besar dari pada yang biasanya. Tapi sayang, ternyata bulan yang saya lihat saat itu tidak sebesar yang saya bayangkan. Malah saya pernah melihat bulan yang lebih besar dari hari itu. Bulan yang saya lihat di sepanjang pantai pulau Belitung.</p>
<p style="text-align:justify;">Apa itu Supermoon? Supermoon adalah istilah yang digunakan oleh para astrolog untuk menggambarkan keadaan bulan penuh ketika bulan berada dalam posisi terdekatnya dengan Bumi (apsis/perigee). Istilah ini tidak diterima secara luas, terutama di kalangan ilmuwan.</p>
<p style="text-align:justify;">Secara spesifik, supermoon bisa merupakan bulan purnama atau bulan baru, yang jaraknya dengan bumi sekitar 10% atau kurang dari jarak lintasannya dengan bumi. Ketika fenomena ini terjadi, bulan nampak lebih besar dan lebih terang, meskipun perubahan jaraknya hanya beberapa kilometer.</p>
<p style="text-align:justify;">Fenomena ini hanya terjadi 18 tahun sekali. Fenomena supermoon sebelumnya terjadi tahun 1955, 1974, 1992, 2005 dan terakhir pada 20 Maret 2011 lalu. (*)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/1213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/1213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/1213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/1213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/1213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/1213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/1213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/1213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/1213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/1213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/1213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/1213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/1213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/1213/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lydiaokvaanjelia.wordpress.com&amp;blog=4906668&amp;post=1213&amp;subd=lydiaokvaanjelia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lydiaokvaanjelia.wordpress.com/2011/03/20/fenomenasupermoon/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">lovelydia</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lydiaokvaanjelia.files.wordpress.com/2011/03/2-copy.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">supermoon</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Penelusuran Pantai Selatan Jawa Barat</title>
		<link>http://lydiaokvaanjelia.wordpress.com/2011/02/07/penelusuran-pantai-selatan-jawa-barat/</link>
		<comments>http://lydiaokvaanjelia.wordpress.com/2011/02/07/penelusuran-pantai-selatan-jawa-barat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Feb 2011 16:18:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lydia Anjelia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lydiaokvaanjelia.wordpress.com/?p=893</guid>
		<description><![CDATA[Laporan oleh: Lydia Okva Anjelia [Unpad.ac.id, 17/02/2011] Indonesia memiliki potensi pariwisata yang kaya akan keindahan alamnya, baik itu laut, pergunungan, cagar alam, sampai dengan cagar budaya.  Provinsi Jawa Barat sendiri, ternyata memiliki potensi wisata yang tak kalah dengan daerah lainnya. Namun, apakah potensi wisata yang luar biasa indahnya tersebut telah tergarap secara optimal? Kami mencoba [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lydiaokvaanjelia.wordpress.com&amp;blog=4906668&amp;post=893&amp;subd=lydiaokvaanjelia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Laporan oleh: Lydia Okva Anjelia</p>
<p style="text-align:justify;">[Unpad.ac.id, 17/02/2011] Indonesia memiliki potensi pariwisata yang kaya akan keindahan alamnya, baik itu laut, pergunungan, cagar alam, sampai dengan cagar budaya.  Provinsi Jawa Barat sendiri, ternyata memiliki potensi wisata yang tak kalah dengan daerah lainnya. Namun, apakah potensi wisata yang luar biasa indahnya tersebut telah tergarap secara optimal? Kami mencoba menemukan jawabannya dengan cara menelusuri potensi wisata pantai selatan Jawa Barat, Senin (14/02) lalu dimulai dari Pantai Pangandaran di kabupaten Ciamis, sampai ke Pantai Rancabuaya yang berada di poros tengah selatan kabupaten Garut.</p>
<div class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><a href="http://lydiaokvaanjelia.wordpress.com/2011/02/07/penelusuran-pantai-selatan-jawa-barat/salah-satu-wisatawan-di-pantai-pangandaran/" rel="attachment wp-att-896"><img class="size-medium wp-image-896 " title="salah satu wisatawan di pantai pangandaran" src="http://lydiaokvaanjelia.files.wordpress.com/2011/02/salah-satu-wisatawan-di-pantai-pangandaran.jpg?w=300&#038;h=200" alt="Pemandangan pantai Pangandaran yang indah menjadi daya tarik wisatawan lokal dan mancanegara" width="300" height="200" /></a><p class="wp-caption-text">Pemandangan pantai Pangandaran yang indah menjadi daya tarik wisatawan lokal dan mancanegara</p></div>
<p style="text-align:justify;">Penelusuran dimulai dari Pantai Pangandaran, objek wisata yang telah menjadi primadona pariwisata Jabar ini terletak di Desa Pananjung, Kec. Pangandaran yang berjarak sekitar 92 km arah selatan kota Ciamis. Benar saja, pantai ini memiliki berbagai keistimewaan seperti dapat melihat terbit dan tenggelamnya matahari dari satu tempat  yang sama, pantai yang landai dengan air yang jernih dengan pasir yang putih dan memiliki berbagai fasilitas yang dapat digunakan para wisatawan.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun, ada pula yang cukup disayangkan terkait kondisi pantai, terutama banyaknya sampah yang menumpuk di sisi jalan. Rektor Unpad, Prof. Ganjar Kurnia, turut prihatin atas kondisi sampah yang dibiarkan berserakan di pinggir jalan. Seperti yang dilihatnya di pantai barat Pangandaran.</p>
<p style="text-align:justify;">“Sangat disayangkan banyak sampah menumpuk di pinggir jalan. Tidak ada penanganan langsung yang dilakukan,” tuturnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Salah seorang pedagang, Deni (28), yang biasa mengitari pantai Pangandaran mengakui, tumpukan sampah di jalan adalah akibat fasilitas tempat sampai yang kurang memadai. Selain sampah yang dihasilkan para pengunjung, sampah terbesar juga dihasilkan para pedagang.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-893"></span></p>
<div class="mceTemp" style="text-align:justify;">
<dl class="wp-caption alignleft">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://lydiaokvaanjelia.wordpress.com/2011/02/07/penelusuran-pantai-selatan-jawa-barat/sampah-di-pantai-pangandaran/" rel="attachment wp-att-899"><img class="size-medium wp-image-899" title="sampah di pantai pangandaran" src="http://lydiaokvaanjelia.files.wordpress.com/2011/02/sampah-di-pantai-pangandaran.jpg?w=225&#038;h=300" alt="Pengelolaan daerah wisata yang belum optimal seringkali membuat tumpukan sampah menjadi pemandangan biasa di Pangandaran" width="225" height="300" /></a></dt>
<dd class="wp-caption-dd">Pengelolaan daerah wisata yang belum optimal seringkali membuat tumpukan sampah menjadi pemandangan biasa di Pangandaran</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align:justify;">“Tempat sampah ada, tapi kurang. Banyak sampah yang dibuang tapi melebihi kapasitas tempatnya. Jadi banyak sampah yang menggunung walaupun sudah ditaruh ditempatnya,” kata Deni yang seorang pedagang es kelapa muda. Bahkan, menurutnya, ada beberapa rumah makan yang membuang limbah langsung ke laut. Tak sedikit juga pedagang sepertinya yang kemudian meninggalkan begitu saja sampah berupa batok kelapa di pinggir jalan.</p>
<p style="text-align:justify;">Perjalanan kemudian dilanjutkan dengan tujuan utama Pantai Ranca Buaya yang terletak di Kab. Garut. Rute yang dilalui diantaranya adalah Kec. Cimerak dan Cijulang (Kab. Ciamis), Kec. Cikalong dan Cipatujah (Kab.Tasikmalaya), dan  Kec. Pameungpeuk (Kab. Garut Selatan). Perjalanan dilewati di atas jalan pedesaan yang ber-aspal. Namun banyak dilihat kerusakan jalan akibat dari truk-truk besar pengangkut pasir. Di sejumlah tempat, terlihat pembangunan yang menggunakan alat-alat berat.</p>
<p style="text-align:justify;">Di sepanjang rute selatan pulau Jawa ini <em>lah</em> kita akan mendapatkan pemandangan laut yang langsung terhubung dengan Samudera Indonesia. Sebut saja pantai Keusik Luhur, pantai Karang Tawulan, pantai Sayang Heulang merupakan objek wisata yang dapat ditemui di sepanjang rute ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Perpaduan antara alam pegunungan dengan panorama pantai dapat langsung disaksikan. Bergeloranya Samudera Indonesia ini juga dapat dilihat melalui gelombang laut yang terus menerus menghempas karang, menyemburkan buih-buih air laut. Penduduk setempat juga diuntungkan dengan rute wisata di pantai selatan, Jabar ini dimana mereka banyak pula yang kemudian membuka toko atau sekedar menjual bensin eceran di pinggir jalan.</p>
<p style="text-align:justify;">Akhirnya kami tiba di Pantai Ranca Buaya dengan waktu tempuh 8 jam perjalanan dengan jarak lebih dari 150 km. Seperti yang dikutip dalam situs resmi pariwisata Kab. Garut, Pantai Ranca Buaya yang terletak di Desa Caringin, Kab. Garut ini memiliki ketinggian 0-200 m di atas permukaan laut.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://lydiaokvaanjelia.wordpress.com/2011/02/07/penelusuran-pantai-selatan-jawa-barat/pantai-ranca-buaya/" rel="attachment wp-att-900"><img class="size-full wp-image-900 alignright" title="pantai ranca buaya" src="http://lydiaokvaanjelia.files.wordpress.com/2011/02/pantai-ranca-buaya.jpg?w=690" alt=""   /></a>Menurut pengamatan langsung, perairan di pantai Ranca Buaya ini memiliki gelombang yang cukup tinggi. Material yang dapat langsung kita lihat adalah pasir halus, pasir kasar bahkan batu karang di sepanjang garis pantai. Perahu-perahu nelayan pun dapat terlihat di sisi pantai, dimana melaut menjadi salah satu mata pencaharian di Desa ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Warga setempat, Rohmat Hidayat (40) mengatakan bahwa flora laut di pantai ini dahulu didominasi dengan rumput laut dan ganggang hijau. Namun ia mengakui saat ini sulit sekali menemukan rumput laut dan ganggang hijau. Rohmat yang dulu sempat menjadi nelayan ini tidak mengetahui mengapa hal tersebut bisa terjadi. Menurutnya, hal tersebut mungkin dikarenakan eksplorasi yang dilakukan secara terus menerus.</p>
<p style="text-align:justify;">“Selain rumput laut, sudah kurang juga jumlah ikannya. Saya <em>ngga</em> tau kenapa. Bisa jadi karena cuaca atau memang sudah habis diambil,” katanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam kurun waktu 5-6 tahun terakhir, tambah Rohmat. Banyak kemudian dibangun sejumlah hotel dan vila di kawasan ini. Pria yang mengaku telah menetap di desa ini sejak tahun 1980 ini mengatakan memang cukup diuntungkan dengan banyaknya wisatawan yang datang, terutama di akhir pekan.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/893/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/893/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/893/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/893/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/893/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/893/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/893/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/893/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/893/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/893/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/893/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/893/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/893/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/893/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lydiaokvaanjelia.wordpress.com&amp;blog=4906668&amp;post=893&amp;subd=lydiaokvaanjelia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lydiaokvaanjelia.wordpress.com/2011/02/07/penelusuran-pantai-selatan-jawa-barat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">lovelydia</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lydiaokvaanjelia.files.wordpress.com/2011/02/salah-satu-wisatawan-di-pantai-pangandaran.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">salah satu wisatawan di pantai pangandaran</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lydiaokvaanjelia.files.wordpress.com/2011/02/sampah-di-pantai-pangandaran.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">sampah di pantai pangandaran</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lydiaokvaanjelia.files.wordpress.com/2011/02/pantai-ranca-buaya.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">pantai ranca buaya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Akhirnya dikartunkan juga!</title>
		<link>http://lydiaokvaanjelia.wordpress.com/2010/10/02/802/</link>
		<comments>http://lydiaokvaanjelia.wordpress.com/2010/10/02/802/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 Oct 2010 07:04:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lydia Anjelia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lydiaokvaanjelia.wordpress.com/?p=802</guid>
		<description><![CDATA[&#160;<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lydiaokvaanjelia.wordpress.com&amp;blog=4906668&amp;post=802&amp;subd=lydiaokvaanjelia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_807" class="wp-caption aligncenter" style="width: 350px"><a rel="attachment wp-att-807" href="http://lydiaokvaanjelia.wordpress.com/2010/10/02/802/lydia-kartun/"><img class="size-full wp-image-807" title="lydia kartun" src="http://lydiaokvaanjelia.files.wordpress.com/2010/10/lydia-kartun.jpg?w=690" alt=""   /></a><p class="wp-caption-text">Finally, setelah menunggu selama 1 tahun dan 4 kali kirim email kebagian juga foto saya dikartunkan di portal Inilah.com. Thanks Mas Ajuz &amp; Mas Qomar para kartunis handal! Sukses selalu <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p></div>
<p style="text-align:left;">&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/802/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/802/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/802/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/802/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/802/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/802/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/802/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/802/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/802/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/802/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/802/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/802/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/802/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/802/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lydiaokvaanjelia.wordpress.com&amp;blog=4906668&amp;post=802&amp;subd=lydiaokvaanjelia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lydiaokvaanjelia.wordpress.com/2010/10/02/802/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">lovelydia</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lydiaokvaanjelia.files.wordpress.com/2010/10/lydia-kartun.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">lydia kartun</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Aku Gigi, Mulut Rumahku</title>
		<link>http://lydiaokvaanjelia.wordpress.com/2010/07/15/aku-gigi-mulut-rumahku/</link>
		<comments>http://lydiaokvaanjelia.wordpress.com/2010/07/15/aku-gigi-mulut-rumahku/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Jul 2010 16:22:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lydia Anjelia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lydiaokvaanjelia.wordpress.com/?p=781</guid>
		<description><![CDATA[Keceriaan anak-anak sekolah dasar, Kamis (15/07) pagi terlihat jelas di halaman Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Unpad. Dengan wajah gembira dan tawanya yang riang, anak-anak ini dengan mantap memegang sikat gigi di tangan kanannya dan satu gelas air di tangan kirinya. Mereka sedang menunggu giliran untuk menyikat gigi bersama yang dipandu oleh sejumlah kakak-kakak mahasiswa dari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lydiaokvaanjelia.wordpress.com&amp;blog=4906668&amp;post=781&amp;subd=lydiaokvaanjelia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a rel="attachment wp-att-782" href="http://lydiaokvaanjelia.wordpress.com/2010/07/15/aku-gigi-mulut-rumahku/bulan-kesehatan-gigi-08/"><img class="aligncenter size-full wp-image-782" title="bulan-kesehatan-gigi-08" src="http://lydiaokvaanjelia.files.wordpress.com/2010/07/bulan-kesehatan-gigi-08.jpg?w=690" alt=""   /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Keceriaan anak-anak sekolah dasar, Kamis (15/07) pagi terlihat jelas di halaman Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Unpad. Dengan wajah gembira dan tawanya yang riang, anak-anak ini dengan mantap memegang sikat gigi di tangan kanannya dan satu gelas air di tangan kirinya. Mereka sedang menunggu giliran untuk menyikat gigi bersama yang dipandu oleh sejumlah kakak-kakak mahasiswa dari FKG Unpad.</p>
<p style="text-align:justify;">“Pentingnya kesadaran masyarakat untuk menyikat gigi dengan benar harus dimulai sejak dini. Anak-anak merupakan generasi penerus, dimana mereka harus melakukan perubahan atas budaya menyikat gigi yang selama ini dirasa kurang benar,” kata Dekan FKG Unpad Prof. Dr. H. Eky Soeria Soemantri, Drg., Sp. Ort (K) saat membuka acara “Bulan Kesehatan Gigi Nasional” di Halaman parkir FKG Unpad, Jln. Sekeloa Selatan No.1 Bandung, Kamis (15/07).</p>
<p style="text-align:justify;">Acara bulan kesehatan Gigi dan Mulut Nasional 2010 ini merupakan acara yang diselenggarakan oleh Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) dan Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia (AFDOKGI) bekerja sama dengan Unilever melalui brand <em>Pepsodent</em>. Kegiatan ini  bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan gigi, yang dilakukan selama bulan Juli di 13 fakultas kedokteran gigi di Indonesia.</p>
<p style="text-align:justify;">Membudayakan sikat gigi secara teratur pagi dan malam terus disuarakan berbagai pihak. Tak heran banyak orang tua yang kemudian turut serta membiasakan anaknya untuk menyikat gigi dengan benar. Sebut saja, Mulyadi Muis dan istrinya, Dewi. Mereka bersama anaknya, Akmal sengaja datang pada acara Bulan Kesehatan Gigi Nasional. Kedua orang tua ini sangat antusias untuk memberikan pemahaman pada anak laki-lakinya ini untuk membudayakan sikat gigi secara benar, pagi dan malam hari.</p>
<p style="text-align:justify;">“Agak sulit bagi kami para orang tua merubah kebiasaan lama. Ternyata menyikat gigi itu tidak sebatas gosok kanan-kiri, tapi diperlukan teknik lain seperti gerakan memutar, agar gigi menjadi bersih dan sehat, dan hal ini harus kami biasakan pada anak kami,” tutur Mul.</p>
<p style="text-align:justify;">
<div id="attachment_783" class="wp-caption alignleft" style="width: 235px"><a rel="attachment wp-att-783" href="http://lydiaokvaanjelia.wordpress.com/2010/07/15/aku-gigi-mulut-rumahku/akmal-siswa-sdn-merdeka-bandung/"><img class="size-medium wp-image-783 " title="Akmal siswa SDN Merdeka Bandung" src="http://lydiaokvaanjelia.files.wordpress.com/2010/07/akmal-siswa-sdn-merdeka-bandung.jpg?w=225&#038;h=300" alt="" width="225" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Akmal, Siswa Sekolah Dasar ini semula phobia untuk pergi ke Dokter Gigi. Kini dia tidak takut lagi untuk memeriksakan giginya ke Dokter.</p></div>
<p>Mul mengisahkan bahwa anak laki-lakinya memiliki phobia terhadap dokter gigi. Pernah suatu waktu ia takut untuk diajak ke dokter gigi “Namun, kali ini kami mencoba untuk membawanya ke suasana yang berbeda. Disini banyak juga anak kecil yang memeriksakan diri ke dokter gigi. Kami ingin memberi pengertian bahwa anak-anak lain pun tidak takut untuk pergi ke dokter gigi,” lengkap Mul.</p>
<p style="text-align:justify;">Lain lagi dengan Yulinar, warga RT.03 Sekeloa ini datang untuk memeriksakan dirinya. “Saya gosok gigi kan tiap hari. Tapi kenapa ya plak-plak gak bersih-bersih,” tuturnya ketika ditanya petugas di area registrasi.</p>
<p style="text-align:justify;">Direktur Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) FKG Unpad, drg. Grace V. Gumuruh membenarkan  permasalahan kesehatan gigi yang paling sering dialami masyarakat Indonesia adalah karies dan karang gigi. Grace kemudian menyarankan masyarakat untuk rajin menggosok gigi.</p>
<p style="text-align:justify;">“Menggosok gigi tidak perlu dilakukan tiga kali sehari dan tidak membutuhkan sikat atau pasta gigi khusus. Dua kali sehari saja sudah cukup, pagi dan malam asal teknik menggosoknya benar,” ujar Grace menjelaskan.</p>
<p style="text-align:justify;">Karies dan karang gigi menurutnya disebabkan dari lifestyle saat ini. Dimana anak-anak rajin makan makanan ringan seperti snack yang akan membahayakan kesehatan gigi jika anak-anak tidak rajin menggosok gigi.</p>
<p style="text-align:justify;">Grace juga mengatakan bahwa tidak menyikat gigi pada malam hari lebih membahayakan dari pada pagi hari. “Mengapa malam hari lebih berbahaya, karena air liur merupakan penetralisir makanan yang manis. Pada waktu tidur, cairan liur kita berkurang. Itulah yang menyebabkan sisa makanan akan membentuk plak,” lengkap drg, Grace yang juga menjelaskan bahwa plak ini hanya bisa dilakukan dengan tindakan mekanis, yaitu menyikat gigi.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketika ditanya mengenai banyaknya pasien terutama anak-anak yang segan berkunjung ke dokter gigi karena merasa takut, Grace mengatakan bahwa orang tua dan anaknya tidak perlu cemas karena di RSGM ada ruang khusus anak-anak. Suasana dibuat agar anak-anak tidak takut akan dokter gigi. Mereka diajak bermain, dan merasakan suasana bahwa ke dokter gigi itu tidak sakit. Berbeda dengan dokter gigi praktek yang membiarkan anak-anak sendirian dan cemas menunggu ketika akan diperiksa.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/781/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/781/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/781/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/781/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/781/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/781/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/781/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/781/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/781/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/781/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/781/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/781/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/781/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/781/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lydiaokvaanjelia.wordpress.com&amp;blog=4906668&amp;post=781&amp;subd=lydiaokvaanjelia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lydiaokvaanjelia.wordpress.com/2010/07/15/aku-gigi-mulut-rumahku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">lovelydia</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lydiaokvaanjelia.files.wordpress.com/2010/07/bulan-kesehatan-gigi-08.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">bulan-kesehatan-gigi-08</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lydiaokvaanjelia.files.wordpress.com/2010/07/akmal-siswa-sdn-merdeka-bandung.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">Akmal siswa SDN Merdeka Bandung</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Wonderfull Satnight at Unpad</title>
		<link>http://lydiaokvaanjelia.wordpress.com/2010/05/09/satnight-at-unpad/</link>
		<comments>http://lydiaokvaanjelia.wordpress.com/2010/05/09/satnight-at-unpad/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 09 May 2010 08:12:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lydia Anjelia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lydiaokvaanjelia.wordpress.com/?p=663</guid>
		<description><![CDATA[Kota Bandung sore itu diguyur hujan lebat, namun tidak menyurutkan semangat penonton yang selepas magrib terus memadati areal Kampoeng Jazz di Lapangan Parkir Utara Kampus Unpad awal Mei lalu. Beruntung hujan yang sedari sore terus mengguyur kota kembang itu akhirnya berhenti. Kedatangan ribuan penonton tak lain untuk menyaksikan penampilan musisi-musisi Jazz favorite seperti Tompi, Tohpati, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lydiaokvaanjelia.wordpress.com&amp;blog=4906668&amp;post=663&amp;subd=lydiaokvaanjelia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Kota Bandung sore itu diguyur hujan lebat, namun tidak menyurutkan semangat penonton yang selepas magrib terus memadati areal Kampoeng Jazz di Lapangan Parkir Utara Kampus Unpad awal Mei lalu. Beruntung hujan yang sedari sore terus mengguyur kota kembang itu akhirnya berhenti. Kedatangan ribuan penonton tak lain untuk menyaksikan penampilan musisi-musisi Jazz favorite seperti Tompi, Tohpati, Gilang Ramadhan, Glenn Fredly, dan MYMP. Selain itu tampil juga musisi Jazz lokal lainnya seperti Gugun Blues Shelter, Ade-Mondo SORE, Disco Ethnic Percussion, Sekapur Sirih, G/E/T, Suddenly September, dan masih banyak lagi.</p>
<div id="attachment_665" class="wp-caption alignleft" style="width: 252px"><a href="http://lydiaokvaanjelia.wordpress.com/2010/05/09/satnight-at-unpad/tompi/" rel="attachment wp-att-665"><img class="size-full wp-image-665" title="Tompi" src="http://lydiaokvaanjelia.files.wordpress.com/2010/06/tompi.jpg?w=690" alt=""   /></a><p class="wp-caption-text">Tompi mengawali aksi panggungnya dengan membawakan hits berjudul “Lulu dan Siti” yang langsung membuat histeris para penonton</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;">Di atas sebuah panggung megah dan sorotan lampu menawan, Tompi, penyanyi asal Lhokseumawe, Aceh mengawali aksi panggungnya dengan membawakan hits berjudul “Lulu dan Siti” yang langsung membuat histeris para penonton. Penonton dibuat larut dalam hentakan musik yang dibawakan penyanyi bernama lengkap Teuku Adi Fitrian tersebut. Selain itu, pria yang saat itu mengenakan polo shirt pink, blazer dan topi fedora khasnya, juga unjuk kemampuan dengan melakukan scat singing, menirukan suara alat musik disela-sela aksi panggungnya. Improvisasi yang disajikan Tompi itu terus membuat riuh penonton yang bersorak penuh kagum.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-663"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://lydiaokvaanjelia.wordpress.com/2010/05/09/satnight-at-unpad/humas-unpad_2010_05_08_022048-copy/" rel="attachment wp-att-668"><img class="alignright" title="Gilang Ramadhan" src="http://lydiaokvaanjelia.files.wordpress.com/2010/06/humas-unpad_2010_05_08_022048-copy.jpg?w=371&#038;h=247" alt="" width="371" height="247" /></a>Selanjutnya, tampil Gilang Ramadhan, Tohpati, dan Ari Darmawan. Hentakan drum Gilang Ramadhan menyatu dengan permainan gitar Tohpati yang menawan. Ditambah lagi dengan permainan bass Ari Darmawan yang bersama-sama berkolaborasi dan berhasil membius para penonton dengan instrumennya. Uniknya, kolaborasi menakjubkan ini juga menampilkan sebuah lagu berbahasa Flores yang dibawakan Ivan Nestorman.</p>
<div id="attachment_674" class="wp-caption aligncenter" style="width: 381px"><a href="http://lydiaokvaanjelia.wordpress.com/2010/05/09/satnight-at-unpad/img_6233-copy/" rel="attachment wp-att-674"><img class="size-full wp-image-674" title="Trio Gilang Tohpati Ari" src="http://lydiaokvaanjelia.files.wordpress.com/2010/06/img_6233-copy.jpg?w=690" alt=""   /></a><p class="wp-caption-text">Kolaborasi menawan Gilang Ramadhan, Tohpati, dan Ari Darmawan</p></div>
<p style="text-align:justify;">Tidak ketinggalan, Glenn Fredly. Penyanyi asal Ambon diawal penampilannya menyerukan dengan lantang bahwa musik dapat menyatukan perbedaan. Hal yang paling menyentuh, Glen Fredly mengamen dihadapan ribuan penonton. Dengan membawa sebuah kotak besar bertuliskan “Box of Hope”, Glenn menggalakan sebuah aksi sosial dimana nantinya akan disumbangkan ke Waikokak, Sebuah desa di pedalaman NTT yang memiliki penduduk dengan jumlah sepuluh ribu jiwa. Glenn mengatakan bahwa sampai hari ini, masyarakat desa tersebut hidup tanpa listrik dan air bersih dan kondisi kekeringan yang sangat memprihatinkan.</p>
<p style="text-align:justify;">“Musik juga harus ikut serta juga dengan masalah kemanusiaan. Teman-teman, untuk jadi pemusik janganlah kamu berpikir untuk menjadi terkenal, tapi buatlah musik dapat memberikan harapan besar bagi orang-orang di sekitar” kata Glenn dengan penuh semangat.</p>
<p style="text-align:justify;">
<div id="attachment_671" class="wp-caption aligncenter" style="width: 381px"><a href="http://lydiaokvaanjelia.wordpress.com/2010/05/09/satnight-at-unpad/img_6409-copy/" rel="attachment wp-att-671"><img class="size-full wp-image-671" title="Glenn" src="http://lydiaokvaanjelia.files.wordpress.com/2010/06/img_6409-copy.jpg?w=690" alt=""   /></a><p class="wp-caption-text">Glenn Fredly diawal penampilannya menyerukan dengan lantang bahwa musik dapat menyatukan perbedaan</p></div>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Kasih Putih&#8221; kemudian mengiringi perjalanan sebuah boks yang berpindah secara estafet di atas para penonton. Satu persatu penonton memasukan lembar demi lembar uang kertas, untuk ikut membantu sodara-sodara di luar sana yang kurang beruntung. Moment ini membuat penonton terhenyak haru. Tak lama setelah Glenn menyelesaikan lagu-nya, kemudian hentakan musik kembali melingking penuh semangat. Tak diduga, Tompi kembali naik panggung dan membuat penonton histeris saat kedua musisi jazz tersebut tampil dalam satu panggung.</p>
<div id="attachment_675" class="wp-caption aligncenter" style="width: 381px"><a href="http://lydiaokvaanjelia.wordpress.com/2010/05/09/satnight-at-unpad/img_6499-copy/" rel="attachment wp-att-675"><img class="size-full wp-image-675" title="Juliet Bahala, MYMP" src="http://lydiaokvaanjelia.files.wordpress.com/2010/06/img_6499-copy.jpg?w=690" alt=""   /></a><p class="wp-caption-text">Juliet Bahala (MYMP) tampil cantik di atas Panggung menyanyikan lagu-lagu hits recycle seperti Especially For You yang pernah dipopulerkan oleh Kylie Minogue feat Jason Donovan</p></div>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:justify;">Kampoeng Jazz ditutup dengan penampilan grup band akustik asal Filipina, MYMP (Make Your Mama Proud), kali pertamanya tampil di Indonesia. Lagu-lagu favorit seperti “Especially for You“, “Waiting Vain“, “Where Did My Baby Go”, ditampilkan dengan cantik oleh band dengan personil Juliet Bahala (vokal), Chin Alcantara (gitar), Hannche Bobis (keyboard), Jeff Lima (drum), dan Berns Cuevas (bass).</p>
<p style="text-align:justify;">Lydia Anjelia</p>
<p style="text-align:justify;">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/663/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/663/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/663/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/663/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/663/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/663/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/663/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/663/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/663/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/663/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/663/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/663/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/663/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/663/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lydiaokvaanjelia.wordpress.com&amp;blog=4906668&amp;post=663&amp;subd=lydiaokvaanjelia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lydiaokvaanjelia.wordpress.com/2010/05/09/satnight-at-unpad/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">lovelydia</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lydiaokvaanjelia.files.wordpress.com/2010/06/tompi.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Tompi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lydiaokvaanjelia.files.wordpress.com/2010/06/humas-unpad_2010_05_08_022048-copy.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Gilang Ramadhan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lydiaokvaanjelia.files.wordpress.com/2010/06/img_6233-copy.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Trio Gilang Tohpati Ari</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lydiaokvaanjelia.files.wordpress.com/2010/06/img_6409-copy.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Glenn</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lydiaokvaanjelia.files.wordpress.com/2010/06/img_6499-copy.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Juliet Bahala, MYMP</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mimpi Apa Ya, Semalam?</title>
		<link>http://lydiaokvaanjelia.wordpress.com/2010/05/07/mimpi-apa-ya-semalam/</link>
		<comments>http://lydiaokvaanjelia.wordpress.com/2010/05/07/mimpi-apa-ya-semalam/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 May 2010 17:13:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lydia Anjelia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lydiaokvaanjelia.wordpress.com/?p=585</guid>
		<description><![CDATA[Mimpi bukan hal yang asing bagi kita. Terkadang, saking serunya bermimpi, kita terbangun dengan perasaan bingung. Perlu waktu beberapa menit untuk mengingat-ingat mimpi yang baru saja berlalu. Sesudah itu, kita kerap melupakannya begitu saja. Bukankah mimpi hanyalah bunga tidur? Itu anggapan dulu. Kini, penelitian telah membuktikan bahwa mimpi dapat membantu kita mengurangi stres, menyembuhkan trauma, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lydiaokvaanjelia.wordpress.com&amp;blog=4906668&amp;post=585&amp;subd=lydiaokvaanjelia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Mimpi bukan hal yang asing bagi kita. Terkadang, saking serunya bermimpi, kita terbangun dengan perasaan bingung. Perlu waktu beberapa menit untuk mengingat-ingat mimpi yang baru saja berlalu. Sesudah itu, kita kerap melupakannya begitu saja. Bukankah mimpi hanyalah bunga tidur?</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Itu anggapan dulu. Kini, penelitian telah membuktikan bahwa mimpi dapat membantu kita mengurangi stres, menyembuhkan trauma, membuat tidur lebih nyenyak. Plus, membuat kita terbangun dengan lebih bahagia dan menjawab pertanyaan yang selama ini tak terjawab dan menjadi beban pikiran. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Tak cuma itu, menurut Dr. Andreas Prasadja, RPSGT, sleep technologist dari Sleep Disorder Clinic, RS Mitra Kemayoran, tidur juga bermanfaat untuk memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak.</span></p>
<div id="attachment_586" class="wp-caption alignleft" style="width: 335px"><span style="color:#000000;"><a href="http://lydiaokvaanjelia.wordpress.com/2010/05/07/mimpi-apa-ya-semalam/rainbow3/" rel="attachment wp-att-586"><span style="color:#000000;"><img class="size-medium wp-image-586 " src="http://lydiaokvaanjelia.files.wordpress.com/2010/05/rainbow3.jpg?w=325&#038;h=244" alt="" width="325" height="244" /></span></a></span><p class="wp-caption-text">Ilustrasi* Perasaan yang kita alami sebelum pergi tidur, tak jarang terbawa hingga ke alam mimpi. (Pantai Tanjung Pesona, Babel)</p></div>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Mengapa mimpi bisa berkekuatan sehebat itu? Sigmund Freud, ahli psikoanalisis dari Austria, menyatakan bahwa mimpi merupakan pesan bawah sadar yang sesungguhnya berisi keinginan dan emosi terpendam kita. Hal yang sama dinyatakan oleh para ahli psikoterapi, di antaranya adalah Robert Hoss, pengarang buku Dream Language, dan Dra. Tieneke S., Ms., Ed., M.Fil., A. ANDR, mantan dosen di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia. Ingin memaksimalkan manfaat mimpi untuk kesehatan mental yang lebih baik? Simak tip-tip para pakar di bawah ini.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><span id="more-585"></span>Bangun dengan perlahan. Kita cenderung melupakan jalan cerita mimpi hingga 50%-90%. Namun, sebenarnya kita bisa berlatih untuk mengingatnya kembali. Berbaringlah dengan mata tertutup sesaat setelah bangun. Cobalah berkonsentrasi terhadap mimpi yang baru saja berlalu. Kita juga bisa menggunakan jurnal mimpi, yang berisi catatan atau rekaman untuk mendokumentasikan semua mimpi. Segera catat semua isi mimpi saat bangun, lalu baca kembali di saat waktu senggang. Cobalah untuk menghubungkan mimpi dengan kehidupan yang sedang kita jalani sekarang.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Jangan artikan secara harafiah. Jika kita bermimpi mencium sepupu yang sudah beristri, itu bukan berarti kita ingin mengkhianati istrinya. Biasanya, rasa takut dan cemas akan mendatangkan mimpi berupa hewan-hewan atau mahluk yang menakutkan. Mimpi juga bersifat personal dan menyimpan pesan-pesan tersendiri bagi setiap orang. Bahkan, masing-masing kebudayaan memiliki tafsirnya sendiri-sendiri. Meski begitu, jangan terlalu terpatok kepada buku-buku tafsir itu. Mimpi dapat ditafsirkan secara bebas, sesuai kondisi biologis, psikologis, dan spiritual kita.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Jangan takut bermimpi. Mimpi yang berulang cenderung terjadi pada orang-orang yang mengalami pengalaman traumatis. Terkadang, di dalam mimpi, kita menjadi orang yang pemberani dan bisa mengontrol situasi. Padahal, kenyataannya tidak demikian. Mengapa bisa terjadi seperti itu? Sebab, mimpi merupakan refleksi keinginan terpendam kita. Apabila kita sering ketakutan, mungkin saja bermimpi menjadi orang yang pemberani. &#8220;Mimpi seperti itu biasa digunakan para ahli terapi untuk menyembuhkan tekanan mental,&#8221; ujar Don Kuiken, Ph.D, ketua penelitian dari University of Alberta, Kanada.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Rasakan emosinya. Perasaan yang kita alami sebelum pergi tidur, tak jarang terbawa hingga ke alam mimpi. Kemudian, diterjemahkan menjadi karakter-karakter tertentu. Contohnya, ketika kita bermimpi melihat sebuah mobil sport. Cobalah telusuri apa arti mobil itu bagi kita. Bagaimana jika kita adalah mobil itu? Kaitkan dengan aspek-aspek kehidupan kita. Interpretasinya bisa begini: mungkin kita sedang dikejar deadline, karena mobil sport bisa dilambangkan dengan keinginan untuk melesat cepat. Jika mobilnya berwarna terang, bisa diartikan sebagai keinginan terpendam untuk menjadi pusat perhatian.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Jadikan sebagai solusi. Saat tidur, emosi kita berada pada titik nol. Itu yang membuat pikiran lebih jernih dan rileks. Otak pun lebih bisa memproses segala informasi yang masuk. &#8220;Ini yang membuat kita terbangun di pagi hari dan merasa sudah tahu jawaban atas suatu masalah. Jadi, jangan ragu untuk mengingat sejenak masalah yang sedang kita hadapi sebelum tidur. Biarkan mimpi mencarikan jalan keluarnya,&#8221; papar Dr. Andreas.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Kegiatan mengingat masalah sebelum tidur, juga dapat mendorong imajinasi sebelum berkarya. Sudah banyak seniman yang menghasilkan karya-karya luar biasa melalui mimpi. Contohnya, Salvador Dali (1904-1989), pelukis terkenal aliran surealis. Sebagian besar tema lukisannya didapat dari mimpi. Begitu pun dengan Paul McCartney. Lagu Yesterday yang terkenal itu adalah hasil mimpinya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Rencanakan tindakan selanjutnya. &#8220;Setelah kita tahu jalan keluar suatu masalah, jadikan itu sebagai panduan untuk mengambil tindakan selanjutnya,&#8221; saran Robert Hoss. Namun, kalau mimpi tak memberikan solusi atau justru berakhir buruk, ceritakanlah isi mimpi kepada teman, pembimbing spiritual, atau psikolog. Mereka bisa melihatnya dari sudut pandang berbeda. Pertimbangkan apakah solusi itu dapat diterapkan dalam kenyataan. Merefleksikan mimpi dengan cermat, juga dapat membantu kita lebih mengenal diri sendiri. Selamat bermimpi! (<strong>Sumber : Kompas.com</strong>)</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/585/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/585/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/585/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/585/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/585/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/585/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/585/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/585/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/585/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/585/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/585/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/585/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/585/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/585/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lydiaokvaanjelia.wordpress.com&amp;blog=4906668&amp;post=585&amp;subd=lydiaokvaanjelia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lydiaokvaanjelia.wordpress.com/2010/05/07/mimpi-apa-ya-semalam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">lovelydia</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lydiaokvaanjelia.files.wordpress.com/2010/05/rainbow3.jpg?w=300" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Keliling-keliling Yogyakarta</title>
		<link>http://lydiaokvaanjelia.wordpress.com/2009/07/11/keliling-keliling-yogyakarta/</link>
		<comments>http://lydiaokvaanjelia.wordpress.com/2009/07/11/keliling-keliling-yogyakarta/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Jul 2009 18:24:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lydia Anjelia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lydiaokvaanjelia.wordpress.com/?p=468</guid>
		<description><![CDATA[Kota Yogyakarta telah menjadi kota wisata yang banyak sekali dikunjungi para turis asing maupun dalam negeri. Saya sendiri baru mengunjungi kota ini sebanyak 4x. Pertama kalinya saat saya masih duduk di bangku SD (saat itu bersama keluarga mengunjungi beberapa tempat di Jawa Tengah seperti Semarang dan Yogyakarta), dan di tahun 2008 dan 2009 ini saya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lydiaokvaanjelia.wordpress.com&amp;blog=4906668&amp;post=468&amp;subd=lydiaokvaanjelia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Kota Yogyakarta telah menjadi kota wisata yang banyak sekali dikunjungi para turis asing maupun dalam negeri. Saya sendiri baru mengunjungi kota ini sebanyak 4x. Pertama kalinya saat saya masih duduk di bangku SD (saat itu bersama keluarga mengunjungi beberapa tempat di Jawa Tengah seperti Semarang dan Yogyakarta), dan di tahun 2008 dan 2009 ini saya baru mengunjungi kota ini sebanyak 3x.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><img class="alignright size-full wp-image-537" title="Flash_Lydia" src="http://lydiaokvaanjelia.files.wordpress.com/2009/07/54545454.gif?w=690" alt="Flash_Lydia"   />Yogyakarta menurut saya adalah sebuah kota yang kental sekali suasana kedaerahannya. Dari penggunaan bahasa daerah yang terdengar di berbagai sudut kota. Sampai dengan  unsur-unsur lainnya yang masih memegang teguh kebudayaan daerahnya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Di tahun 2008, setelah melalui kepenatan Ujian Akhir semester saya bersama teman-teman merencakan Trip Ke Kota Budaya ini dengan budget murah tapi tetap menyenangkan. Dengan perencanaan yang matang kami 11 mahasiswa yanng &#8216;butuh liburan&#8217; akhirnya melakukan perjalanan wisata ini pada tanggal 7-10 Februari 2008.</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Perjalanan dimulai dari Stasiun Kereta Api Kiara Condong Bandung. Kenapa Stasiun Kiara Condong? Karena kami menggunakan kereta api kelas ekonomi. Ya, hanya dengan Rp.24.000,- kami sudah bisa mengantongi sebuah tiket kereta api tujuan Yogyakarta.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><span id="more-468"></span></span></p>
<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_469" class="wp-caption alignleft" style="width: 295px"><span style="color:#000000;"><img class="size-full wp-image-469" title="Di Stasiun Kircon" src="http://lydiaokvaanjelia.files.wordpress.com/2009/07/100_3002.jpg?w=690" alt="Stasiun Kiara Condong Bandung. Tempat dimana kami memulai dan mengakhiri perjalanan (7/2/8)"   /></span><p class="wp-caption-text">Stasiun Kiara Condong Bandung. Tempat dimana kami memulai dan mengakhiri perjalanan liburan kami ke dan dari kota Yogyakarta (7/2/8)</p></div>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"> Kami berangkat dari Stasiun Kiara Condong pada pukul 20.45 WIB. Kata siapa kereta Ekonomi suka ngaret..?? ternyata nggak juga. Kereta ini  ontime (berangkatnya) :p. Tapi saat di jalan, kekurangan kereta ini adalah selalu mengalah dengan kereta Bisnis, Eksekutif, dan juga Argo.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"> Itu tadi sedikit tentang kereta api ekonomi. Setelah melakukan perjalanan selama <span style="text-decoration:underline;">+</span> 10 jam kami akhirnya sampai di Stasiun Kereta Lempuyangan, Yogyakarta. Sayang sekali kereta ini tidak berhenti di Stasiun Yogya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Kami berencana mencari penginapan atau home stay yang tidak jauh dari Malioboro. karena dengan menginap di sekitar daerah tersebut akan memudahkan kami untuk jalan-jalan di Kota Yogyakarta.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><img class="aligncenter size-full wp-image-471" title="Stasiun Yogyakarta" src="http://lydiaokvaanjelia.files.wordpress.com/2009/07/img_0387.jpg?w=690" alt="Stasiun Yogyakarta"   /></span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Karena kami kelelahan setelah duduk di kereta selama berjam-jam, kami beristirahat sejenak di rumah teman kami di daerah&#8230;&#8230;.(mana ya..lupa..) Pagi menjelang siang saat itu kami baru melanjutkan perjalanan  dengan berjalan kaki menuju Malioboro dan akhirnya mendapat sebuah home stay di belakang Malioboro tepatnya di jalan Dagen.</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><strong>Beringin Kembar</strong></span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Kembali lagi pada catatan perjalanan kami, di hari pertama kami mendatangi alun-alun kidul Yogyakarta, dimana disana ada dua buah pohon beringin kembar yang penuh akan mitos. Katanya Apabila seseorang dapat dengan mudah masuk daerah antara pohon beringin kembar, salah satu keinginannya bakal terwujud. Ya percaya gak percaya tapi menyenangkan juga jalan menuju pohon dengan menutup mata. <img class="size-medium wp-image-484 alignright" title="Beringin Kembar" src="http://lydiaokvaanjelia.files.wordpress.com/2009/07/beringin-kembar.jpg?w=300&#038;h=130" alt="Beringin Kembar" width="300" height="130" />Kelihatannya gampang, tapi ternyata cukup sulit juga lho. Saya sendiri sebelum akhirnya bisa masuk  di antara dua beringin ini mengitari dahulu lapangan ini sampai 2 x dengan mata tertutup tentunya. Kita rasa kita sudah berjalan lurus, tapi ternyata kok seperti ada yang  membelokan arah kita yah..? hehe :p.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><strong>Candi Prambanan</strong></span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Keesokan harinya kami mengunjungi candi Prambanan. Untuk menuju kesana kami naik angkutan umum yang biasa disebut dengan kol (colt). Setelah menempuh perjalanan <span style="text-decoration:underline;">+</span> selama 30 menit, kami sampai di Candi Prambanan. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Prambanan adalah komplek candi Hindu tersbesar di Indonesia yang dibangun pada tahun 850 oleh Wangsa Sanjaya. Candi Prambanan memiliki 3 candi utama di halaman utama, yaitu Candi Wisnu, Brahma, dan Siwa. Ketiga candi tersebut adalah lambang Trimurti dalam kepercayaan Hindu.</span></p>
<div id="attachment_477" class="wp-caption aligncenter" style="width: 370px"><span style="color:#000000;"><img class="size-full wp-image-477" title="Prambanan After Gempa" src="http://lydiaokvaanjelia.files.wordpress.com/2009/07/prambanan-after-gempa.jpg?w=690" alt="Prambanan After Gempa"   /></span><p class="wp-caption-text">Prambanan After Gempa - Kumpulan foto Candi Prambanan setelah terjadi Gempa Yogyakarta di Tahun 2006</p></div>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><img class="aligncenter size-full wp-image-479" title="Prambanan" src="http://lydiaokvaanjelia.files.wordpress.com/2009/07/prambanan.jpg?w=690" alt="Prambanan"   /></span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><strong>Kaliurang</strong></span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Hari berikutnya kami mengunjungi Kawasan wisata Kaliurang. Kaliurang yang secara harfiah dalam bahasa Indonesia berarti &#8220;Sungai Udang&#8221;, adalah sebuah tempat wisata yang berada di kaki Gunung Merapi bagian selatan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Kaliurang tepatnya terletak di Kabupaten Sleman, di perbatasan dengan provinsi Jawa Tengah. Kaliurang memiliki udara yang sejuk. Untuk menuju kesana kami pun menggunakan kendaraan umum, sebuah bis kecil (kolt) yang kami sewa untuk sampai ke tempat ini. Perjalanan ini sangat menyenangkan. Dari kejauhan sebenarnya kita bisa melihat gunung merapi. Cuma saat itu sedang terjadi kabut yang menghilangkan pandangan kami akan gunung yang sampai saat ini masih aktif itu.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><img class="aligncenter size-full wp-image-488" title="kaliurang" src="http://lydiaokvaanjelia.files.wordpress.com/2009/07/kaliurang.jpg?w=690" alt="kaliurang"   /></span></p>
<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_489" class="wp-caption aligncenter" style="width: 381px"><span style="color:#000000;"><img class="size-full wp-image-489" title="S5032647" src="http://lydiaokvaanjelia.files.wordpress.com/2009/07/s5032647.jpg?w=690" alt="S5032647"   /></span><p class="wp-caption-text">Dari atas Kaliurang ini seharusnya kami bisa melihat gunung Merapi. Tapi sayang sekali saat itu sedang mendung dan pandangan kami ke arah gunung tertutup kabut.</p></div>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><strong>Wisata Belanja di Malioboro</strong></span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Karena waktu kami sangat terbatas, hari terakhir kami gunakan untuk belanja di sepanjang Jalan Malioboro. Banyak kerajinan khas jogja dan warung-warung lesehan di malam hari.</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Kami seharian berburu cinderamata khas Jogja, kami bisa berjalan kaki sepanjang bahu jalan dimana di sini banyak ditemui pedagang kaki lima yang menggelar dagangannya. Mulai dari produk kerajinan seperti batik, hiasan-hiasan yang terbuat dari rotan, wayang kulit, kerajinan bambu, ada juga blangkon serta barang-barang perak.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Di dareah ini ada juga pasar tradisional yang harus dikunjungi. Tempat ini dikenal dengan nama Pasar Beringharjo. Pasar ini menyediakan beraneka produk tradisional yang lebih lengkap. Selain produk lokal Jogja, juga tersedia produk daerah lain seperti batik Pekalongan atau batik Solo.</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Jangan sampai tertipu dengan harga yang ditawarkan saat berbelanja di kawasan Malioboro dan Beringharjo. Biasanya para penjual menaikkan harga dari biasanya bagi para wisatawan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Setahun kemudian di Tahun 2009, kami kembali ke kota ini dengan pasukan sebanyak 20 orang. Kami lagi-lagi merencakan perjalanan dengan budegt murah. Kami menggunakan kereta api ekoomi untuk menuju Kota ini. Tepatnya tanggal 29 Januari &#8211; 2 Februari kami kembali menginjakkan kaki ke kota budaya ini.</span></p>
<p style="text-align:justify;">
<p><span style="color:#000000;"><strong>Pesanggrahan Taman Sari dan Benteng Pertahanan</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Hari pertama kami mengunjungi Taman Sari dan Benteng Pertahanan. Tamansari adalah taman kerajaan atau pesanggrahan Sultan Yogya dan keluarganya. Letak Tamansari hanya sekitar 0,5 km sebelah selatan Kraton Yogyakarta. Arsitek bangunan ini menurut <a href="http://www.yogyes.com" target="_blank"><span style="color:#000000;">http://www.yogyes.com</span></a> adalah bangsa Portugis, sehingga selintas seolah-olah bangunan ini memiliki seni arsitektur Eropa yang sangat kuat, disamping makna-makna simbolik Jawa yang tetap dipertahankan. Namun jika kita amati, makna unsur bangunan Jawa lebih dominan di sini. Tamansari dibangun pada masa Sultan Hamengku Buwono I atau sekitar akhir abad XVII M.</span></p>
<p style="text-align:justify;">
<p><span style="color:#000000;"><img class="aligncenter size-full wp-image-523" title="Untitled-1" src="http://lydiaokvaanjelia.files.wordpress.com/2009/07/untitled-1.jpg?w=690" alt="Untitled-1"   /> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Tidak lupa kami mengabadikan perjalanan wisata kami di tempat ini. Taman sari ini merupakan salah satu warisan budaya keraton yang sampai saat ini masih terjaga kelestariannya. Berbagai bangunan keraton dan pernak-pernik yang ada masih bisa kita lihat sampai sekarang.</span></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><strong>Kembali menginjakan Kaki di Candi Prambanan</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Kami kembali menginjakan kaki di Candi Prambanan. Seperti napak tilas perjalanan kami setahun sebelumnya, Candi Prambanan adalah salah satu tujuan wisata kami tahun ini.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><img class="aligncenter size-full wp-image-514" title="Prambanan" src="http://lydiaokvaanjelia.files.wordpress.com/2009/07/n1063036872_30131956_7287.jpg?w=690" alt="Prambanan"   /></span></p>
<p style="text-align:justify;">
<p><span style="color:#000000;"><strong>Monjali (monumen Yogya Kembali)</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Kami mengunjungi Monumen Yogya Kembali. Tempat ini menurut <a href="http://www.yogyes.com" target="_blank"><span style="color:#000000;">http://www.yogyes.com</span></a> dibangun untuk mengenang peristiwa sejarah perjuangan bangsa, pada tanggal 29 Juni 1985. Peletakkan batu pertama monumen setinggi 31,8 meter dilakukan oleh HB IX setelah melakukan upacara tradisional penanaman kepala kerbau. Empat tahun kemudian, tepatnya pada tanggal 6 Juli 1989, bangunan ini selesai dibangun. Pembukaannya diresmikan oleh Presiden Suharto dengan penandatanganan Prasasti.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Monumen yang terletak di Dusun Jongkang, Kelurahan Sariharjo, Kecamatan Ngaglik, Kapubaten Sleman ini berbentuk gunung, yang menjadi perlambang kesuburan juga mempunyai makna melestarikan budaya nenek moyang pra sejarah. Nama Monumen Yogya Kembali merupakan perlambang berfungsinya kembali Pemerintahan Republik Indonesia dan sebagai tetengger sejarah ditarik mundurnya tentara Belanda dari Ibukota Yogyakarta pada tanggal 29 Juni 1949 dan kembalinya Presiden Soekarno, Wakil Presiden Mohammad Hatta dan petinggi lainnya pada tanggal 6 Juli 1949 di Yogyakarta.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><strong>Museum Benteng Vredeburg</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Sambil berjalan-jalan di Pusat perbelanjaan Malioboro, kami berjalan kaki menuju Benteng Vredeburg yang juga terletak di jantung Kota Yogyakarta. Sangat mudah menemukan tempat ini, benteng ini teletak berhadap-hadapan dengan Gedung Agung yang merupakan Istana Negara.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Benteng yang dibangun pada tahun 1765 oleh Pemerintah Belanda ini digunakan untuk menahan serangan dari Kraton Yogyakarta. Dengan parit yang mengelilinginya, benteng yang berbentuk segi empat ini memiliki menara pengawas di ke-empat sudutnya dan kubu yang memungkinkan tentara Belanda untuk berjalan berkeliling sambil berjaga-jaga dan melepaskan tembakan jika diperlukan (sumber :<a href="http://gudeg.net" target="_blank"><span style="color:#000000;">http://gudeg.net</span></a>).</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><img class="aligncenter size-full wp-image-543" title="Untitled-2" src="http://lydiaokvaanjelia.files.wordpress.com/2009/07/untitled-2.jpg?w=690" alt="Untitled-2"   /></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><strong>Pantai Depok</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Tempat terakhir yang kami kunjungi di kota ini adalah Pantai Depok. Pantai Depok termasuk pantai yang berada di kawasan Pantai Parangtritis dan menjadi sebuah perkampungan nelayan. Letaknya kurang lebih 40 kilometer arah selatan dari pusat Kota Jogja.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Pantai Depok juga merupakan pusat wisata kuliner khususnya berbagai jenis makanan sea food. Di pantai ini, tersedia sejumlah warung makan tradisional yang berderet tak jauh dari bibir pantai.</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Nuansa khas warung makan pesisir dan aktivitas nelayan Pantai Depok telah berkembang sejak 10 tahun lalu. Menurut cerita, sekitar tahun 1997, beberapa nelayan yang berasal dari Cilacap menemukan tempat pendaratan yang memadai di Pantai Depok. Para nelayan itu membawa hasil tangkapan yang cukup banyak sehingga menggugah warga Pantai Depok yang umumnya berprofesi sebagai petani lahan pasir untuk ikut menangkap ikan (sumber:<a href="http://www.yogyes.com" target="_blank"><span style="color:#000000;">http://www.yogyes.com</span></a>)</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><img class="aligncenter size-full wp-image-545" title="DSC_0449" src="http://lydiaokvaanjelia.files.wordpress.com/2009/07/dsc_0449.jpg?w=690" alt="DSC_0449"   /></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Itulah perjalanan wisata kami keliling Kota Yogyakarta. Perjalanan dengan budget yang tidak terlalu besar tapi juga menyenangkan. Kota ini adalah sebuah kota yang selalu indah untuk dikenang. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><strong>Lydia Anjelia</strong></span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;">
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/468/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/468/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/468/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/468/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/468/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/468/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/468/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/468/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/468/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/468/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/468/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/468/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/468/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lydiaokvaanjelia.wordpress.com/468/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lydiaokvaanjelia.wordpress.com&amp;blog=4906668&amp;post=468&amp;subd=lydiaokvaanjelia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lydiaokvaanjelia.wordpress.com/2009/07/11/keliling-keliling-yogyakarta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">lovelydia</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lydiaokvaanjelia.files.wordpress.com/2009/07/54545454.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Flash_Lydia</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lydiaokvaanjelia.files.wordpress.com/2009/07/100_3002.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Di Stasiun Kircon</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lydiaokvaanjelia.files.wordpress.com/2009/07/img_0387.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Stasiun Yogyakarta</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lydiaokvaanjelia.files.wordpress.com/2009/07/beringin-kembar.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Beringin Kembar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lydiaokvaanjelia.files.wordpress.com/2009/07/prambanan-after-gempa.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Prambanan After Gempa</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lydiaokvaanjelia.files.wordpress.com/2009/07/prambanan.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Prambanan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lydiaokvaanjelia.files.wordpress.com/2009/07/kaliurang.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">kaliurang</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lydiaokvaanjelia.files.wordpress.com/2009/07/s5032647.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">S5032647</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lydiaokvaanjelia.files.wordpress.com/2009/07/untitled-1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Untitled-1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lydiaokvaanjelia.files.wordpress.com/2009/07/n1063036872_30131956_7287.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Prambanan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lydiaokvaanjelia.files.wordpress.com/2009/07/untitled-2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Untitled-2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lydiaokvaanjelia.files.wordpress.com/2009/07/dsc_0449.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">DSC_0449</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
